1.000 Lebih Pekerja Migran Gelar Aksi Di Taiwan

Taipei,KPonline – Cuaca dingin dan hujan lebat tidak menyurutkan semangat dari 1.000 lebih pekerja migran dan pendukung mereka untuk melakukan aksi turun ke jalan di pusat kota Taipei, Minggu (7/1/2018)

Aksi yang dimotori oleh MENT Taiwan dan diikuti organisasi-organisasi buruh migran dari empat negara (Indonesia, Philipina, Thailand, Vietnam), dan masyarakat lokal yang memberikan dukungan untuk menuntut hak-hak buruh yang lebih baik.

Bacaan Lainnya

Para peserta demo dari Indonesia berkumpul di Taipei Main Station (TMS) pukul 11.30 waktu Taiwan dan mulai bergerak menuju Kementrian Tenaga Kerja. Di sana mereka membaur dengan para peserta demo lainnya. Pukul 13.30 mereka mulai bergerak ke Kantor Presiden di Ketagalan Boulevard.

Dengan tema “Mengenal Warga Non Warga”, para pendemo meminta pemerintah Taiwan untuk lebih melindungi hak-hak mereka dan memberikan mereka kesempatan berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan bagi pekerja migran. Sepanjang jalan yang dilintasi, mereka menyuarakan yel-yel secara bergantian sesuai bahasa nasional masing-masing peserta demo.

Pada kesempatan tersebut, panitia mengumumkan hasil referendum yang diadakan pada bulan September tahun lalu mengenai tiga isu utama pekerja migran.

Ketiga isu tersebut adalah: pengasuh domestik migran (pekerja sektor informal) harus dilindungi berdasarkan Undang-Undang Perburuhan, pekerja migran harus bisa bebas berganti majikan dan pemerintah harus menyingkirkan sistem agensi swasta.

Total suara dukungan atas ketiga isu tersebut masing-masing adalah 12.744, 12.705 dan 12.684. Sedangkan yang tidak menyetujui 15, 83 dan 95.

Selain itu juga dilakukan pengumpulan tanda tangan di atas spanduk besar sebagai wujud dukungan atas tuntutan hak buruh migran. Para peserta demo membubarkan diri pukul 16.00 dengan tertib.(bmi)

Pos terkait