Tunjangan Beras Untuk Anak Istri Hilang, Buruh PT ADEI Plantation Industri Gelar Aksi Demo

Pelalawan,KPoline – Ratusan massa yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksi unjuk rasa di pintu masuk pabrik 1, PT. Adei Plantation dengan Koorlap aksi Anwar Sadar Siregar, tepatnya di wilayah Desa Telayap, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Kamis (31/10/2022) pagi.

Aksi damai ini, sekira Pukul 08.00 WIB, massa bergerak dari titik kumpul menuju titik aksi menggunakan 3 Unit mobil dan 50 Unit sepeda motor dengan Jumlah Massa lebih kurang 200 orang

Bacaan Lainnya

Dalam aksi itu masa menuntut pihak perusahaan, sebab telah menghilangkan hak beras terhadap istri dan anak para kariyawan yang bekerja di PT. Adei Plantation yang sebelumnya beras tersebut merupakan tanggung jawab pihak perusahaan dan telah diberikan selama bertahun tahun lamanya.

Dalam orasi itu, Yudi Efrizon, selaku ketua konsulat cabang FSPMI kabupaten Pelalawan menyampaikan tuntutan KC FSPMI-KSPI Kabupaten Pelalawan ini sebagai berikut.

1. Jalankan PERDA Kabupaten Pelalawan Nomor 18 Tahun 2001, tentang penempatan & pemanfaatan tenaga kerja lokal bagi perusahaan, dan PERDA Nomor 03 Tahun 2008 tentang perubahan atas PERDA Nomor 18 Tahun 2001 tentang pemanfaatan tenaga kerja lokal bagi perusahaan.

2. Tentang kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

3. Meminta great kenaikan upah berdasarkan masa kerja sesuai ketentuan sbb :
a. Langkah Kerja (Tahunan) 1-10 kenaikan gaji Rp. 50.000.
b. Langkah Kerja (Tahunan) 10-15 kenaikan gaji Rp. 100.000.
c. Langkah Kerja (Tahunan) 15-30 kenaikan gaji Rp. 150.000.

4. Meminta Hak Natura (pemberian catu beras) terhadap tanggungan istri dan anak karyawan yang mana terdahulu di bunyikan didalam PKB tahun 2015-2017, di saat perumusan PKB di tahun 2022, dari perwakilan koalisi serikat pekerja yang ada didalam tim perumus PKB. Dalam hal ini pihak manajemen keberatan dan tidak diberikan lagi oleh pihak perusahaan.

5. Kami Konsulat Cabang FSPMI Kabupaten Pelalawan meminta kepada perusahan agar memberikan kesempatan lapangan pekerjaan kepada anak dari karyawan PT.Adei Plantation & Industry, sesuai dengan
aturan PERDA Kabupaten Pelalawan yang berlaku.

6. Ada perhatian & tindak lanjut terkait permasalahan di atas oleh pihak perusahaan, instansi & Dinas terkait, isu ini akan di angkat menjadi isu, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Pukul 10.00 WIB bertempat didepan gerbang pintu masuk Kantor PMKS BPOM 1/KNB 2 PT. ADEI Platation dan Industri, massa aksi melakukan kegiatan orasi / menyampaikan pendapat di muka umum, perwakilan masa aksi sekira Pukul 10.40 WIB, di bawa untuk berunding di ruang rapat Kantor NPOM 1 PT. ADEI telah dilaksanakan kegiatan pertemuan audensi antara perwakilan pihak KC FSPMI-KSPI Kab. Pelalawan dengan perwakilan pihak management PT. ADEI, namun hasilnya pihak perusahaan tidak bisa memberikan keputusan” Ucap Yudi

Ia juga menyampaikan akan kembali tetap aksi jika tuntutan  pekerja PT ADEI tidak di kabulkan, mereka akan menuntut pemerintah kabupaten harus terlibat dan peduli terhadap pekerja.

“Tidak menutup kemungkinan kami akan membuat tenda perjuangan di halaman Kantor bupati,sampai tuntutan kami di kabulkan,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut tampak hadir juga Ketua DPW FSPMI Riau, Satria putra, dalam orasinya ia menyampaikan, “tetap rapatkan barisan kawan- kawan perjuangan belum selesai kita akan kembali lakukan perlawanan, percayala kawan-kawan semua tidak ada perjuangan yang akan menghianati hasil, terus konsolidasi kan massa mari kita perjuangan kan apa yang seharusnya di dapatkan oleh pekerja”,imbuhnya

Untuk diketahui, pengamanan ini juga dihadiri juga Kasubag Binops Bag Ops Polres Pelalawan Kompol Syahrul SH, Kasat Intelkam Polres Pelalawan AKP Rudi Nababan, Kasat Binmas Polres Pelalawan AKP Budi Ikhsani SH, Humas PT. ADEI Budi Simanjuntak, Manager NPOM 1 PT. ADEI Juni Purba, Ketua DPW KC FSPMI Provinsi Riau Satria Putra, Sekjen DPW KC FSPMI Provinsi Riau Samsul Bahri, Ketua PC SPPK Kabupaten Pelalawan Pendi dan Kordum KC FSPMI-KSPI Yudi Efrizon,beserta 5 orang perwakilan masa aksi.

Pantauan awak media koranperdjoeangan.com, Kegiatan berakhir Sekira Puku 12.30 WIB, selama kegiatan berlangsung situasi terdapat dalam keadaan aman dan kondusif,”hanya saja massa aksi kecewa karna perwakilan manajemen belum bisa mengambil keputusan

Pos terkait