Sabilar Rosyad “Perangkat Menurunkan Intruksi Karena Butuh Masa”

Sabilar Rosyad “Perangkat Menurunkan Intruksi Karena Butuh Masa”

Bandung, KPonline – Program Citarum Harum yang sekarang sedang digalakan ,di duga di manfaatkan oleh perusahaan – perusahan untuk ikut ikutan daftar rencana Program Relokasi ke daerah segitiga emas yakni Cirebon,Majalengka dan Kuningan. Di samping itu pula di duga ada indikasi ingin membayar upah murah kepada para pekerjanya. Pasalnya jika terjadi relokasi ke daerah segitiga emas tersebut sudah di pastikan UMK nya lebih rendah dari UMK semula yaitu dari tempat atau daerah asal perusahaan itu berdiri.

Sabilar Rosyad (Ketua DPW FSPMI Jabar) mengatakan, ” Pemerintah telah memberikan beberapa hadiah untuk dinikmati kaum buruh, hadiah istimewa untuk mengkerdilkan kaum buruh yaitu PP 78, Upah Murah dan sistem kerja kontrak. Tidak hanya sampai disitu, muncul lagi yang namanya Pemagangan”. Berbagai upaya selalu dilakukan dengan tujuan demi kehidupan kaum buruh yang sejahtera. Namun selalu saja dihadang dengan berbagai kendala dari segala penjuru. KLA ( Konsep, Lobi, Aksi ) yang selalu jadi Acuan untuk menyelesaikan segala permasalahan dirasa kurang cukup untuk mencapai tujuan kesejahteraan buruh, maka Konsep di tambah menjadi KLAP ( Konsep, Lobi, Aksi, Politik ).

Rosyad menegaskan bahwa dengan mengikuti kontestasi politik ( Buruh Go Politik ), buruh memiliki kesempatan dan peluang yang lebih besar dalam menyampaikan aspirasi dan tuntutan yang selam BCDa ini kandas di jalur Legislasi. Maka dari itu sudah menjadi kewajiban setiap buruh untuk mensukseskan wakilnya di jalur Legislatif.

Hal lain pula di sampaikan oleh Hendrayana yang mewakili KC FSPMI Bandung Raya pada kunjungan kerjanya kamis 14 maret 2019. Menurut Hendra bicara politik adalah sama dengan halnya kita bicara untuk masa depan kita dan anak cucu kita sebab melalui politik ini FSPMI sudah mengambil langkah yang tepat apalagi di saat kebijakan kebijakan pemerintah rezim sekarang banyak ketidak berpihakan kepada buruh khususnya dan masyarakat pada umumnya. Sangat miris jika melihat kondisi buruh saat ini selain di bayar upah murah statusnya di kontrak pula bahkan status outsourcing, padahal para pejuang terdahulu sudah rela berkorban harta,jiwa dan raganya untuk kemerdekaan yang sesungguhnya.

Hari ini kunjungan DPW,KC,PC & PILAR di mulai dari PUK PT.INDEX pukul 10.00 lanjut ke PUK SALUYU MOTOR pukul 12.00 kemudian terakhir ke PUK PT AYOE INDOTAMA TEXTILE pukul 14.00 Wib.

Penulis : Drey
Editor : Boy Jadul / Bandung

Facebook Comments

Comments are closed.