Road Show Nasional FSPMI Tiba di Subulussalam, Bahas Persoalan Buruh Bersama Wali Kota

Road Show Nasional FSPMI Tiba di Subulussalam, Bahas Persoalan Buruh Bersama Wali Kota

Subulussalam Aceh, KPonline–Rangkaian Road Show Nasional FSPMI bertema “Menyatukan Suara, Menguatkan Perjuangan” memasuki titik kedelapan di Kota Subulussalam, Aceh. Dalam kunjungan pada (8/8) tersebut, Presiden FSPMI Suparno bertemu langsung dengan Wali Kota Subulussalam, M. Rasyid (HRB), untuk menyampaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi para pekerja di wilayah tersebut.

Pertemuan dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam perjalanan Road Show Nasional FSPMI. Selain memperkuat komunikasi antara organisasi pekerja dan pemerintah, agenda tersebut juga menjadi ruang untuk menyampaikan secara langsung kondisi riil yang dihadapi buruh di Kota Subulussalam.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan tersebut, Suparno menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pekerja, khususnya mereka yang bekerja di sektor perkebunan dan pekerjaan berbasis jasa.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah target satuan hasil bagi buruh kelapa sawit. Sistem target kerja tersebut perlu mendapatkan perhatian agar produktivitas pekerja tetap berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap hak dan kesejahteraan pekerja.

Selain itu, FSPMI turut menyampaikan persoalan mengenai status pekerja jasa antar paket. Perkembangan pola kerja di sektor jasa dan distribusi membutuhkan perhatian pemerintah agar status serta perlindungan pekerja memiliki kepastian dan tidak menimbulkan kerentanan dalam hubungan kerja.

Dalam kesempatan tersebut, FSPMI juga mendorong penguatan fasilitas dan mekanisme hubungan industrial tripartit di Kota Subulussalam. Keberadaan ruang dialog antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha dinilai penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan secara lebih konstruktif.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah Dewan Pengupahan Kota Subulussalam. Hingga saat ini, Kota Subulussalam belum memiliki Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan penting yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah daerah dalam rangka memastikan pekerja memperoleh perlindungan pengupahan yang memadai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

FSPMI berharap pemerintah Kota Subulussalam dapat mengambil peran strategis sebagai jembatan antara pekerja dan pengusaha serta menjadi regulator yang mampu menciptakan iklim hubungan industrial yang sehat.

Dalam dialog tersebut, Suparno menekankan bahwa pembangunan ekonomi daerah harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk para pekerja yang menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian Kota Subulussalam.

Harapannya, pemerintah daerah dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan serikat pekerja dan seluruh stakeholder ketenagakerjaan, sehingga berbagai persoalan yang muncul dapat dibahas dan dicarikan jalan keluarnya secara bersama.

Pertemuan dengan Wali Kota Subulussalam menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan Road Show Nasional FSPMI. Dari satu daerah ke daerah lainnya, FSPMI terus menghimpun berbagai persoalan yang dihadapi pekerja untuk kemudian menjadi bahan perjuangan bersama di tingkat daerah maupun nasional.

Menyatukan Suara, Menguatkan Perjuangan bukan sekadar tema perjalanan, tetapi menjadi semangat FSPMI untuk memastikan bahwa persoalan buruh di setiap daerah dapat didengar, diperjuangkan, dan dicarikan solusi bersama.

Pos terkait