Ketua Umum PP SPDT FSPMI Hadiri Musnik 3 PUK Transportasi Jakarta

Ketua Umum PP SPDT FSPMI Hadiri Musnik 3 PUK Transportasi Jakarta

Bogor, KPonline – Semangat konsolidasi dan perjuangan organisasi menggelora dalam pelaksanaan Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) 3 PUK SPDT FSPMI PT. Transportasi Jakarta yang digelar di Hotel Teratai, Bogor, 25–26 September 2026.

Momentum penting ini turut dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) SPDT FSPMI, Saiful Anwar. Kehadiran pimpinan PP SPDT FSPMI tersebut menjadi suntikan semangat bagi seluruh peserta MUSNIK dalam memperkuat persatuan dan meneguhkan komitmen perjuangan organisasi.

MUSNIK 3 bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan. Di tengah berbagai tantangan dunia ketenagakerjaan, forum ini menjadi ruang untuk melakukan evaluasi, menyatukan gagasan, serta merumuskan langkah strategis organisasi ke depan.

Dengan mengusung tema “Menyatukan Langkah Organisasi yang Solid dan Progresif untuk Menghadapi Tantangan Bersama,” PUK SPDT FSPMI PT. Transportasi Jakarta menegaskan pentingnya organisasi yang solid, progresif, dan mampu berdiri tegak dalam memperjuangkan kepentingan anggota.

Dalam suasana penuh semangat kebersamaan, kehadiran Saiful Anwar menjadi bagian dari penguatan konsolidasi bahwa perjuangan di tingkat PUK merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan besar SPDT FSPMI.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PP SPDT FSPMI, Saeful Anwar, menyampaikan bahwa perjalanan organisasi PUK SPDT FSPMI PT.Transportasi Jakarta bukanlah perjalanan yang singkat. Banyak dinamika, tantangan, dan proses panjang yang telah dilalui bersama.

Saeful Anwar mengibaratkan perjalanan organisasi tersebut seperti sebuah kapal yang sedang berlayar menuju tujuan. Ucap Saiful Anwar

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jajaran organisasi agar senantiasa menjaga kekompakan, solidaritas, serta persatuan. Setiap persoalan yang muncul harus dihadapi bersama, bukan justru menjadi celah yang dapat melemahkan kapal perjuangan organisasi.

Kapal boleh diterjang ombak, perjalanan boleh menghadapi badai, tetapi selama seluruh awak tetap solid dan menjaga kapal agar tidak bocor, tujuan perjuangan akan terus diperjuangkan bersama.

Dari Bogor, semangat perjuangan itu kembali diteguhkan. (Doni)