Presiden Serikat Pekerja Kamboja Sampaikan Solidaritas untuk Perjuangan Buruh Nikel Morowali

Presiden Serikat Pekerja Kamboja Sampaikan Solidaritas untuk Perjuangan Buruh Nikel Morowali

Morowali, KPonline – Dukungan solidaritas internasional terhadap perjuangan buruh di kawasan industri nikel Morowali, Sulawesi Tengah, terus mengalir. Kali ini, dukungan datang dari Chimm Sithar, Presiden Serikat Pekerja asal Kamboja, yang menyampaikan pesan solidaritas kepada serikat pekerja di Morowali.

Dalam pernyataannya, Chimm  Sithar secara tegas menyatakan dukungannya terhadap perjuangan serikat pekerja di sektor pertambangan nikel Morowali, Indonesia, dalam memperjuangkan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) atau Collective Bargaining Agreement (CBA) yang lebih baik.

Ia menekankan bahwa perjuangan mendapatkan PKB yang lebih baik harus dilakukan melalui proses perundingan yang terbuka, transparan, dan memberikan ruang bagi pekerja untuk menyampaikan aspirasi serta kepentingannya.

Menurutnya, para pekerja memiliki hak mendasar yang harus dihormati, yakni mendapatkan jaminan keselamatan kerja, diperlakukan dengan bermartabat, serta memiliki suara dalam menentukan kondisi dan masa depan pekerjaan mereka.

“Para pekerja di sana berhak atas keselamatan, martabat, dan hak untuk bersuara,” demikian pesan solidaritas yang disampaikan Chimm Sithar melalui video (6/11/2026)

Dukungan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan kaum buruh tidak mengenal batas negara. Persoalan keselamatan kerja, kesejahteraan, penghormatan terhadap hak pekerja, serta perundingan kolektif merupakan isu bersama yang dihadapi kaum pekerja di berbagai belahan dunia.

Pesan solidaritas dari Kamboja ini sekaligus memperkuat semangat perjuangan buruh Morowali agar proses perundingan PKB dapat berjalan secara terbuka dan transparan, dengan mengedepankan kepentingan serta hak-hak pekerja.

Salam solidaritas dari Kamboja untuk seluruh buruh Morowali. Karena perjuangan buruh tidak dibatasi oleh sekat negara, tetapi disatukan oleh semangat persaudaraan dan solidaritas.