Karawang, KPonline – Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Suparno, S.H., menghadiri Konsolidasi Akbar PUK FSPMI PT AT Indonesia yang digelar pada Jum’at (2/10/2026), bertempat di RM Lebak Sari Indah, Jalan Interchange Karawang Barat.
Dalam sambutannya, Suparno menegaskan bahwa dinamika dalam organisasi serikat pekerja merupakan hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan pandangan maupun kepentingan tidak menjadi sumber perpecahan di internal organisasi.
Ia mengibaratkan perebutan jabatan dalam organisasi serikat pekerja seperti memperebutkan seekor kambing. Menurutnya, jika tidak disikapi dengan bijak, yang didapatkan bukanlah manfaat, melainkan hanya memperebutkan tulangnya saja.
Suparno juga menyoroti pentingnya kaderisasi dalam tubuh serikat pekerja. Menurutnya, apabila sebuah Pimpinan Unit Kerja (PUK) hanya mengandalkan sosok ketua dalam menjalankan organisasi, hal tersebut menunjukkan bahwa proses kaderisasi belum berjalan dengan baik.
Dengan gaya penyampaian yang santai dan penuh keakraban, Presiden FSPMI tersebut memberikan berbagai nasihat dan pesan kepada para pengurus serta anggota yang hadir. Ia mengajak seluruh elemen organisasi untuk terus belajar, memperkuat solidaritas, dan membangun kepemimpinan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Suparno juga menyampaikan instruksi terkait perjuangan penolakan terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan yang dinilai merugikan kaum buruh. Ia menyerukan agar seluruh anggota FSPMI siap melakukan aksi turun ke jalan apabila undang-undang tersebut disahkan dalam bentuk yang bertentangan dengan kepentingan pekerja.
Ia mengingatkan bahwa perubahan regulasi ketenagakerjaan merupakan persoalan penting yang akan berdampak panjang terhadap kehidupan kaum buruh. Karena itu, perjuangan untuk mengawal kebijakan ketenagakerjaan harus dilakukan secara serius dan bersama-sama.
Para undangan yang hadir tampak antusias menyimak sambutan dan arahan yang disampaikan oleh Presiden FSPMI. Pesan-pesan tersebut menjadi pengingat penting bagi pengurus dan anggota untuk senantiasa menjaga persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan perjuangan ke depan.
Menutup sambutannya, Suparno berpesan agar seluruh pengurus dan anggota PUK FSPMI PT AT Indonesia senantiasa menjaga kekompakan dan soliditas organisasi. Menurutnya, kekompakan merupakan modal penting untuk meningkatkan posisi tawar serikat pekerja dalam memperjuangkan hak-hak buruh.
Dengan meningkatnya posisi tawar tersebut, diharapkan perjuangan serikat pekerja dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan anggota beserta keluarganya.
DanangAR



