PC SPPK FSPMI Ketapang Gelar Aksi Bagi – bagi Masker di Sekolah Akibat Kabut Asap Semakin Pekat

PC SPPK FSPMI Ketapang Gelar Aksi Bagi – bagi Masker di Sekolah Akibat Kabut Asap Semakin Pekat

Ketapang, KPonline – Menyikapi kondisi kabut asap yang semakin pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Perkebunan dan Kehutanan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPPK FSPMI) Ketapang menggelar aksi sosial berupa pembagian masker kepada para pelajar.

Kegiatan tersebut menyasar sejumlah sekolah di sekitar wilayah operasional perusahaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, yakni PT Cahayanusa Gemilang dan PT Kencana Graha Permai.

Bacaan Lainnya

Pembagian masker dilakukan kepada para siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Desa Randai, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan para pelajar yang terdampak kondisi kualitas udara yang semakin memprihatinkan akibat kabut asap.

Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan oleh para pelajar, tetapi juga masyarakat sekitar dan buruh yang bekerja di perusahaan. Sejumlah keluhan kesehatan, seperti iritasi mata, sesak napas, dan batuk-batuk, dirasakan akibat paparan asap yang pekat.

Umar Wirahadi Kusuma dari PC SPPK FSPMI Ketapang menyampaikan harapannya agar bantuan masker dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FSPMI dapat membantu mengurangi dampak paparan kabut asap, khususnya bagi para siswa yang tetap harus menjalani aktivitas belajar.

Ia juga berharap kondisi cuaca segera membaik dan hujan turun sehingga kabut asap dapat berkurang serta kualitas udara kembali pulih.

“Semoga bantuan masker dari DPP FSPMI ini sedikit banyak dapat membantu melindungi para siswa dari dampak kabut asap. Kami juga berharap hujan segera turun agar kondisi udara kembali membaik dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman,” ujarnya.

Melalui aksi sosial ini, PC SPPK FSPMI Ketapang menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam menghadapi dampak kabut asap akibat karhutla.

Pos terkait