Muscab IV SPLP FSPMI Karawang: Mengenang Pendiri, Menguatkan Transformasi dan Regenerasi

Muscab IV SPLP FSPMI Karawang: Mengenang Pendiri, Menguatkan Transformasi dan Regenerasi

Kuningan, KPonline – Mengenang sejarah perjuangan menjadi salah satu momentum penting dalam pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) IV Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPLP FSPMI) Kabupaten Karawang. Pemutaran film dokumenter tentang para pendiri organisasi membangkitkan semangat peserta untuk melanjutkan perjuangan dan menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan.

Muscab IV SPLP FSPMI Kabupaten Karawang digelar pada Rabu hingga Jumat, 28–30 Oktober 2026, bertempat di PEPABRI Hotel & Resort, Kuningan, Jawa Barat. Kegiatan ini mengangkat tema “Transformasi dan Regenerasi Mewujudkan Serikat Pekerja yang Modern dan Cerdas”.

Sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Umum PP SPLP FSPMI Supriyanto, Ketua DPW FSPMI Jawa Barat Supriyadi atau yang akrab disapa Piyong, Sekretaris DPW FSPMI Jawa Barat Dede Rahmat, perwakilan KC FSPMI Karawang, Korda Garda Metal FSPMI, Jamkes Watch, Media Perdjoeangan, perwakilan PUK SPLP FSPMI se-Kabupaten Karawang, serta tamu undangan lainnya.

Suasana muscab terasa berbeda ketika panitia memutar film dokumenter yang mengisahkan perjalanan dan perjuangan para pendiri organisasi. Tayangan tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan organisasi yang besar saat ini tidak terlepas dari pengorbanan, kerja keras, dan perjuangan generasi sebelumnya.

Ketua Panitia Muscab IV SPLP FSPMI Karawang, Guntur Barata, menegaskan bahwa pemutaran film dokumenter tersebut bertujuan mengajak seluruh peserta untuk kembali mengingat sejarah dan menghargai jasa para pendiri organisasi.

“Hari ini organisasi besar karena jasa para pendiri. Kita hari ini ada karena perjuangan para pendiri organisasi,” tegas Guntur.

Menurutnya, sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan bagian penting yang harus menjadi pijakan bagi generasi penerus dalam menjalankan roda organisasi. Dengan memahami sejarah, kader diharapkan mampu menjaga nilai-nilai perjuangan sekaligus menjawab tantangan organisasi pada masa mendatang.

Guntur juga mengingatkan bahwa setiap generasi memiliki peran dan tanggung jawabnya masing-masing dalam perjalanan organisasi.

“Semua orang ada masanya, semua masa ada orangnya,” pungkasnya.

Pesan tersebut sejalan dengan tema Muscab IV SPLP FSPMI Karawang yang menitikberatkan pada transformasi dan regenerasi. Organisasi dituntut untuk terus berkembang menjadi lebih modern dan cerdas tanpa melupakan sejarah serta nilai-nilai perjuangan yang telah dibangun para pendahulunya.

Sementara ketua DPW FSPMI Jawa Barat, Supriyadi dalam sambutannya menyampaikan harapannya, melalui muscab ini, diharapkan lahir kepemimpinan dan kader-kader baru yang mampu melanjutkan perjuangan organisasi,

“Perkuat solidaritas dan tingkatkan peran serikat pekerja dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan kaum buruh,” pinta Supriyadi

Sebab, organisasi yang kuat bukan hanya organisasi yang mampu bertahan, melainkan organisasi yang sanggup menjaga warisan perjuangan, menyiapkan generasi penerus, dan terus bergerak menghadapi perubahan zaman.