SEMARANG, KPonline — Jamkeswatch FSPMI Kota Semarang melakukan audiensi dengan BPJS Kesehatan Kota Semarang di Kantor BPJS Kesehatan Kota Semarang, Rabu (30/9/2026). Audiensi ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kepengurusan baru Jamkeswatch FSPMI Kota Semarang yang telah dilantik sebulan sebelumnya (30/8/2026) sekaligus memperkuat komunikasi dalam pengawalan jaminan kesehatan bagi pekerja dan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Jamkeswatch FSPMI Kota Semarang dan BPJS Kesehatan bertukar informasi mengenai penyelenggaraan jaminan kesehatan, termasuk berbagai persoalan yang berkaitan dengan akses dan pelaksanaan layanan jaminan kesehatan di Kota Semarang.
Audiensi turut dihadiri Jamkeswatch FSPMI Jawa Tengah, Moh. Abidin. Kehadiran Jamkeswatch tingkat provinsi menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara kepengurusan di tingkat provinsi dan kota, termasuk dalam membangun komunikasi dengan BPJS Kesehatan.
Ketua DPD Jamkeswatch FSPMI Semarang, Agus Arif S, mengatakan audiensi tersebut merupakan langkah awal untuk membangun komunikasi dan sinergi yang lebih baik dengan BPJS Kesehatan Kota Semarang.
“Jamkeswatch Semarang hadir untuk bersinergi dengan BPJS Kesehatan Semarang, dalam rangka memastikan jaminan kesehatan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, sekaligus memperkenalkan kepengurusan Jamkeswatch Semarang,” ujar Agus.
Menurutnya, komunikasi yang baik diperlukan agar berbagai persoalan yang ditemui masyarakat maupun pekerja dalam memperoleh layanan jaminan kesehatan dapat disampaikan dan dicarikan jalan keluarnya melalui koordinasi yang terbangun.
Sementara itu, Moh. Abidin menyampaikan bahwa Jamkeswatch FSPMI Jawa Tengah selama ini telah membangun komunikasi dengan BPJS Kesehatan Jawa Tengah. Menurutnya, komunikasi tersebut perlu diperkuat hingga tingkat kota.
“Jamkeswatch Jateng sudah terhubung baik dengan BPJS Jateng. Hal ini juga harus direalisasikan di tingkat Kota Semarang,” ungkap Moh. Abidin.
Ia juga menyoroti perkembangan jumlah pekerja di Jawa Tengah yang menurutnya terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut, kata Abidin, perlu diiringi dengan penguatan perlindungan jaminan kesehatan bagi pekerja.
“Saat ini jumlah pekerja di Jawa Tengah mengalami peningkatan yang signifikan, sehingga jaminan kesehatan harapannya juga dapat mengakomodir para pekerja untuk mendapatkan hak perlindungan kesehatan,” lanjutnya.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi penguatan komunikasi dan koordinasi antara Jamkeswatch FSPMI Kota Semarang dan BPJS Kesehatan Kota Semarang. Ke depan, berbagai persoalan jaminan kesehatan yang ditemukan di lapangan dapat disampaikan melalui jalur komunikasi yang lebih efektif dan berkelanjutan. (nur)