Isu TKI Jadi Pembahasan di Forum Kerjasama Indonesia – Eropa

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Isu ketenagakerjaan dan tenaga kerja Indonesia (TKI) menjadi salah satu topik pembahasan dalam kerjasama antara Indonesia dan Eropa. Saat ini, Indonesia dan Eropa terus berunding untuk mewujudkan kerja sama di bidang ekonomi yakni Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengatakan, banyak isu yang dibahas dalam IEU-CEPA. Termasuk di dalamnya masalah ketenegakerjaan.

Bagi Indonesia, kerja sama ini menjadi peluang tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk masuk ke Eropa, khususnya untuk pekerja level menengah.

“Sekarang kan sedang dinegosiasikan menyangkut semua isu yang dibahas dalam perundingan CEPA. Termasuk mengenai tenaga kerja. Salah satu concern kita memang adalah mendorong agar pekerja kita yang level menengah bisa masuk ke Eropa,” kata dia usai bertemu dengan puluhan duta besar Eropa di Kementerian Tenaga Kerja, Jakarta.

Sementara, Eropa sendiri juga memiliki kepentingan untuk memasukan tenaga kerjanya ke Indonesia. Salah satu poin permintaan yang diinginkan Eropa ialah durasi penggunaan TKI.

“Intinya mereka ingin ada kemudahan di dalam pengurusan izin tenaga kerja asing, baik itu menyangkut soal durasinya. Karena memang dalam aturan kita setahun. Mereka minta apa bisa langsung sekalian panjang. Lima tahun atau berapa. Kita katakan itu akan jadi catatan kita dan akan kita lihat perkembangannya,” jelas dia.

Namun, Hanif menegaskan, pertemuan kali ini hanya membahas perkembangan ketenagakerjaan di masing-masing negara.

“Tapi hari ini kita tidak terlalu dalam diskusi mengenai CEPA. Kita hanya menyampaikan concern mengenai ‎Indonesia itu dan teman-teman dubes dari seluruh negara Eropa ini juga menyampaikan concern mereka baik terkait hubungan TKA, maupun juga keinginan mereka untuk berinvestasi di Indonesia. Sehingga iklim investasi harus benar-benar mendukung,” tandas dia.

Pertemuan ini hanya sebatas mendengar perkembangan isu ketenagakerjaan. Pertemuan dikatakan bukan sebagai perundingan atau negoisasi. Sedangkan jika perundingan hanya akan dilakukan dalam forum yang resmi.

“Teman-teman harus pahami pertemuan hari ini bukan perundingan atau negosiasi. Kita hanya kayak audiensi untuk sama-sama menyampaikan perkembangan. Perundingannya pasti akan melalui forum negosiasi resmi antara pemerintah Indonesia dan Eropa,” ujar dia.

Di samping itu, Hanif mengatakan, pertemuan ini juga membahas mengenai pendidikan vokasi. Eropa merupakan negara yang kompeten dalam mendorong pendidikan vokasi.

“Kita semua tahu bahwa negara Eropa ini punya expertise bagus dalam penyelenggaraan vocational training, termasuk mendorong dunia usaha untuk bisa berpartisipasi dalam vocational training itu, mulai dari masalah pendanaan dan lain-lain,” ujar dia.

Dia juga menyampaikan, para duta besar itu terbuka dalam kerjasama pendidikan vokasi.

“Mereka juga menyampaikan keterbukaannya untuk bekerja sama dengan mereka dalam vocational training. Dan tentu kita menyambut baik,” tandas dia.