Henut Hendro: Relawan Jamkeswatch Bekerja dengan Sepenuh Cinta

  • Whatsapp
Ketua DPD Jamkeswatch Kabupaten Bekasi, Henut Hendro Pramono.

Bekasi, KPonline – Berawal dari keprihatinan dari banyaknya masyarakat yang masih banyak mendapatkan kesulitan jaminan kesehatan, perkumpulan orang yang awalnya terdiri dari penggiat buruh membentuk Pengawas Jaminan Kesehatan Nasional (JamkesWatch)

JamkesWatch ini didirikan pada Tahun 2014 berawal dari Bekasi, lembaga ini sudah menyebar di berbagai wilayah di Indonesia. Semua perkumpulan orang ini menyebut dirinya sebagai relawan untuk di Bekasi sendiri sudah ada 168 relawan yang tersebar di Kecamatan-Kecamatan Kabupaten Bekasi.

Bacaan Lainnya

“Mimpi kita waktu itu ketika Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) lahir itu masalahan kesehatan itu selesai, namun ternyata ketika BPJS masih ada karena Pemerintah belum siap melaksanakan undang-undang tersebut. Tidak seperti yang kita impikan,”Kata Ketua JamkesWatch Bekasi, Henut Hendro.

Lembaga ini siap memberikan pendampingan terhadap masyarakat dalam bentuk advokasi , sosialisasi kesehatan secara gratis. Kaum buruh yang menjadi salah satu penggerak lahirnya BPJS, akhirnya terpanggil untuk membentuk lembaga pengawas kesehatan yang  berada dinaungan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

“Kita sebagai salah satunya pekerja yang menjadi motor penggerak lahirnya BPJS, kita punya tanggung jawab moral,”paparnya.

Semua relawan JamkesWatch yang sebagian kebanyakan dari kalangan pekerja pabrik dengan segudang aktivitas merelakan waktunya untuk membantu masyarakat meski tanpa imbalan.

“Ini sudah menjadi keharusan untuk membantu sesama, malah meski sedang kerja pun kadang ada yang meninggalkan pekerjaan untuk membantu masyarakat. Relawan tak kenal waktu,”paparnya,

Dirinya mengatakan meski ditengah malam relawan JamkesWatch siap membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan. Pihaknya akan mendampingi agar pasien mendapatkan fasilitas kesehatan yang layak.

Kehadiran JamkesWatch di Bekasi sudah sangat membantu masyarakat dalam memberikan mendampingan. Semua relawan bekerja dengan kecintaan. Tidak hanya mengadvokasi pihaknya pun rutin memberikan sosialisasi kepada maysarakat mengenai regulasi Jaminan Kesehatan Nasional BPJS ke tengah masyarakat.

“Banyak masyarakat yang belum paham mengenai BPJS, karena sosialisasi dari pemerintah sendiri memang kurang,”ujarnya. (*)

Sumber: karawangbekasiekspres.com

Pos terkait