Garda Metal Tak Beranjak Mengawal FSPMI di Tengah Panjangnya Jalan Persidangan

Garda Metal Tak Beranjak Mengawal FSPMI di Tengah Panjangnya Jalan Persidangan

Jakarta, KPonline-Persidangan perkara perdata terhadap Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dengan Nomor Perkara 155/Pdt.G/2026/PN Jkt.Tim, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Selasa (27/10/2026). Agenda persidangan kali ini berfokus pada pemeriksaan keterangan saksi dari pihak penggugat.

Di tengah proses hukum yang terus berjalan, Garda Metal bersama anggota FSPMI kembali hadir mengawal jalannya persidangan. Kehadiran mereka bukan sekadar menggugurkan kewajiban terhadap organisasi, apalagi untuk menciptakan kegaduhan. Ada pesan yang hendak ditegaskan disini bahwa sebuah organisasi tidak hanya dibangun oleh nama besar, susunan kepengurusan, atau lembaran dokumen yang tersimpan rapi, tetapi juga oleh kesetiaan orang-orang yang bersedia berdiri bersama ketika organisasi menghadapi ujian.

Bacaan Lainnya

Bagi Garda Metal sebagai pilar terdepan FSPMI, mengawal persidangan bukan pekerjaan sehari yang selesai ketika palu hakim diketuk. Mereka hadir sejak proses ini bergulir, menyaksikan setiap tahapnya, dan terus menjaga solidaritas di tengah ketidakpastian kapan perkara akan mencapai garis akhir.

Di luar ruang sidang, orang boleh berdebat tentang siapa yang paling benar, siapa yang paling berhak, atau siapa yang paling pantas berbicara atas nama organisasi. Masing-masing mungkin memiliki cerita, argumentasi, bahkan keyakinan yang dibungkus kata-kata meyakinkan.

Namun, waktu mempunyai caranya sendiri untuk menguji kesetiaan. Sebab, ketika perjuangan sedang mudah, barisan biasanya terlihat penuh. Ketika tepuk tangan masih terdengar meriah, banyak orang ingin berada di barisan depan. Tetapi ketika perjuangan memasuki lorong panjang, ketika hasil belum terlihat dan kepastian belum datang, barulah tampak siapa yang tetap bertahan dan siapa yang perlahan memilih menghilang.

Garda Metal seolah ingin mengingatkan bahwa solidaritas bukan sekadar slogan yang lantang diteriakkan di atas panggung. Solidaritas adalah kesediaan untuk tetap hadir, bahkan ketika perjuangan terasa melelahkan dan hasilnya belum bisa dirayakan.

Suasana ruang persidangan Pengadilan Negri Jakarta Timur

Dan bagi Garda Metal, pengawalan yang terus dilakukan menjadi gambaran bahwa perjuangan tidak berhenti hanya karena arena pertarungan berpindah dari jalan raya ke ruang pengadilan.

Sebab, loyalitas tidak selalu berbunyi lantang. Terkadang ia hanya tampak dalam langkah-langkah yang terus datang, dalam waktu yang dikorbankan, dan dalam kesediaan untuk tetap berdiri ketika ujian belum selesai.**

Persidangan boleh berlanjut. Saksi boleh memberikan keterangan. Hakim akan menilai dan memutus berdasarkan proses hukum yang berlaku.

Namun, satu hal patut direnungkan adalah ketika sebuah organisasi sedang diuji, yang dibutuhkan bukan sekadar orang-orang yang pandai berbicara tentang kesetiaan, melainkan mereka yang bersedia membuktikannya melalui tindakan.

Karena pada akhirnya, sejarah perjuangan tidak hanya mencatat siapa yang paling keras mengaku setia, tetapi juga siapa yang tetap hadir ketika kesetiaan itu benar-benar diuji.

Jajaran pengurus Garda Metal Nasional tampak hadir dalam giat tersebut. Diantaranya, Panglima Koordinator Nasional (Pangkornas) Supriyadi Piyong, Isnaini Marzuki (Sekretaris Nasional) dan M. Nurfahroji.

Kemudian, Vice Presiden Bidang Aksi Rifqi Mubarok beserta Edi Kuntjoro juga hadir.

Selain itu di jajaran tingkat daerah, diantaranya adalah Panglima Koordinator Daerah Garda Metal FSPMI DKI Jakarta, Deven, kemudian Panglima Koordinator Daerah (Pangkorda) Garda Metal FSPMI Purwakarta Erik Santoso dan Agung (Pangkorda Garda Metal FSPMI Bogor) pun dalam giat pengawalan.

Pos terkait