FSPMI Bekasi Lakukan Survey Pasar di Tiga Lokasi Guna Menetapkan KHL Tahun 2027

FSPMI Bekasi Lakukan Survey Pasar di Tiga Lokasi Guna Menetapkan KHL Tahun 2027

‎Bekasi K. Ponline. Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kab./Kota Bekasi lakukan survey pasar di tiga lokasi yang ada di Kabupaten dan Kota Bekasi yaitu pasar Kranji, pasar Tambun Selatan dan pasar Cikarang pada Rabu (7/10/2026) survey dilakukan oleh tim survey KC FSPMI Kab/Kota Bekasi.

‎Kebutuhan Hidup Layak (KHL) adalah standar kebutuhan seorang pekerja lajang untuk dapat hidup layak secara fisik dan sosial selama 1 bulan, sebagaimana diatur dalam Permenaker No. 18 Tahun 2020. KHL menjadi dasar utama Dewan Pengupahan dalam merekomendasikan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK).
‎
‎FSPMI sebagai serikat pekerja yang memiliki perwakilan di  Dewan Pengupahan, sengaja melakukan survey pasar secara independen untuk memastikan nilai KHL sesuai fakta harga di lapangan, bukan harga karangan. Salah satu tim survey yang melakukan survey di pasar Tambun Selatan yaitu Suparman, Supandi dan Hendryana
‎
Menurut Suparman tujuan dari survey ini adalah
1. ‎Mengetahui harga riil 64 Komponen KHL di pasaran.
2. ‎Membandingkan harga hasil survey Apindo/ BPS dengan harga riil yang dibayar buruh.
3. ‎Menjadi bahan advokasi FSPMI untuk memperjuangkan UMK Bekasi 2027 yang layak.
‎

Suparman menambahkan tidak hanya menyasar ke pasar tradisional saja, survey ini juga dilakukan di swalayan dan toko kosmetik dengan menggunakan metode survey langsung ke pedagang/price tag di toko, wawancara, dan dokumentasi foto harga dan respondennya adalah Pedagang pasar, kasir minimarket, pemilik kontrakan/kos.
‎
‎Dalam melaksanakan survey, tim survey wajib mencatat nama barang (sesuai 64 komponen KHL yang disurvey),  merk/kualitas, harga terendah, sedang, tertinggi dan foto bukti harga. Hasil ‎survey KHL ini d benar-benar mencerminkan kebutuhan hidup buruh Bekasi.
‎
‎64 Komponen yang disurvey antara lain :‎
1. ‎Makanan & minuman (11 item): beras, daging, ayam, telur, susu, gula, minyak goreng, dll.
2. ‎Sandang (13 item): celana, kemeja, kaos, sepatu, sarung, dll.
3. ‎Perumahan (26 item): sewa kontrakan, listrik, air, sabun, panci, kasur, kompor gas, dll.
4. ‎Pendidikan (2 item): buku tulis, tas sekolah anak (walaupun untuk lajang, tetap dihitung).
5. ‎Kesehatan (5 item): pasta gigi, sabun mandi, obat, pembalut.
6. ‎Transportasi (1 item): bensin / ongkos angkot
7. ‎Rekreasi & tabungan (2 item): rekreasi, tabungan 2%