Cetak Fasilitator Handal, PP SPLP FSPMI Siapkan Pendidikan Training of Trainer (ToT)

Cetak Fasilitator Handal, PP SPLP FSPMI Siapkan Pendidikan Training of Trainer (ToT)

Jakarta, KPonline – Untuk memperkuat kualitas kader dan meningkatkan kemampuan pendidikan organisasi, Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PP SPLP FSPMI) menyiapkan program Pendidikan Training of Trainer (ToT).

Program ini dirancang untuk mencetak fasilitator dan instruktur yang mampu menyampaikan pendidikan secara efektif, sistematis, serta sesuai dengan kebutuhan organisasi dan perjuangan kaum pekerja.

Pendidikan Training of Trainer (ToT) rencananya akan dilaksanakan Jum’at hingga Minggu, 30 Oktober 2026 – 1 November 2026 di Pusdiklat FSPMI, Cisarua Bogor – Jawa Barat.

Pendidikan dilaksanakan melalui pelatihan tatap muka di dalam kelas (classroom training) ini memiliki sejumlah tujuan strategis, mulai dari peningkatan kompetensi dan loyalitas kader, penguatan solidaritas, hingga regenerasi tenaga pendidik di lingkungan SPLP FSPMI.

Dalam kurikulum yang disusun, peserta tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menghidupkan suasana kelas, membangun komunikasi yang efektif, serta mendorong partisipasi aktif peserta pelatihan.

Materi pendidikan diawali dengan metode pengenalan atau bina suasana (ice breaking) untuk membangun kedekatan antar peserta, menyepakati norma kelas, dan menciptakan dinamika kelompok yang kondusif.

Selanjutnya, peserta dibekali pemahaman mengenai karakteristik pembelajaran orang dewasa atau andragogi, termasuk strategi menghadapi hambatan belajar, resistensi, serta kendala psikologis dan fisik peserta.

Kurikulum juga mencakup metodologi pelatihan melalui diskusi, studi kasus, simulasi, dan ceramah interaktif. Peserta dilatih menggunakan berbagai alat bantu pembelajaran, seperti media presentasi, flipchart, dan perangkat simulasi agar proses pendidikan lebih menarik dan mudah dipahami.

Tidak kalah penting, peserta akan mempelajari peran fasilitator, etika instruktur, teknik memfasilitasi kelas, manajemen kelas, serta kemampuan komunikasi publik. Kompetensi tersebut menjadi bekal bagi kader untuk menyampaikan materi pendidikan secara terarah dan membangun keterlibatan peserta.

Untuk memastikan kualitas pelatihan, kurikulum turut memasukkan evaluasi terhadap respons peserta, proses pembelajaran, dan efektivitas hasil pendidikan. Peserta juga diarahkan mampu menyusun modul, silabus, serta Kerangka Acuan Kerja (TOR) pelatihan secara sistematis.

Sebagai tahap penerapan, peserta akan mengikuti praktik mengajar (microteaching). Dalam sesi ini, mereka melakukan simulasi mengajar secara langsung dan menerima masukan konstruktif dari mentor untuk memperbaiki kemampuan fasilitasi.

Program ToT ini diharapkan mampu melahirkan instruktur yang tidak hanya cakap dalam menyampaikan materi, tetapi juga memiliki loyalitas, solidaritas, dan komitmen terhadap perjuangan organisasi.

Sekretaris bidang Pendidikan PP SPLP FSPMI, Hari Damono, S.H menegaskan penguatan kapasitas instruktur menjadi bagian penting dalam membangun kaderisasi yang berkelanjutan.

“Dengan tersedianya fasilitator yang kompeten, pendidikan organisasi diharapkan semakin efektif dalam mencerdaskan anggota, memperkuat konsolidasi, memperluas pengorganisasian, serta mendorong pekerja yang belum berserikat untuk bergabung dengan SPLP FSPMI,” kata Damono.

Pendidikan bukan sekadar menyampaikan pengetahuan, melainkan membangun kesadaran dan menyiapkan kader agar mampu meneruskan perjuangan. Melalui program ToT, PP SPLP FSPMI menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan organisasi dan perjuangan kaum pekerja. (Yanto)