Yayasan Pendidikan Islam TPQ dan DTA Ini Belum Tersentuh Oleh Bantuan Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang

  • Whatsapp

Karawang, KPonline-Perjuangan seorang disabilitas atau penyandang cacat yang mendedikasikan hidupnya sebagai seorang pengajar anak-anak yatim serta anak kurang mampu sangatlah miris. Yayasan Pendidikan Islam yang di dalamnya ada kegiatan belajar TPQ, DTA dan pengajian mingguan Ibu-Ibu yang ada di Kp. Kiara Lawang Rt. 01/01 Ds. Tirtasari Kec. Tirtamulya Kab. Karawang, hingga berita ini diturunkan belum tersentuh oleh bantuan pemerintah daerah kabupaten Karawang

Ustad Mustofa yang merupakan pimpinan Yayasan tersebut ditemui Media Perdjoeangan pada Sabtu, (08/05/2021) menyampaikan kepada Media Perdjoeangan bahwa kondisi ruangan tempat belajar mengajar tersebut perlu uluran bantuan dari pemerintah daerah karena kondisinya yang sangat memprihatinkan. Lantai yang belum dikeramik, beberapa tembok yang retak, plafon yang masih dari bilik bambu, rangka atap yang masih dari bambu dan diperparah dengan tidak adanya bangku serta salah satu kuda-kuda kayu yang hampir roboh sehingga dikasih balok kayu sebagai penopang tambahan

Bacaan Lainnya

Yayasan yang sudah berdiri sejak tahun 2011 dan juga sudah terdaftar serta sudah mengantongi SK. Kini memiliki anak didik lebih kurang 40 anak dan 21 orang diantaranya merupakan anak yatim. Ustad Mustofa tidak menerapkan tarif untuk anak didiknya, dia dibayar dengan seikhlasnya dari orang tua anak didiknya

Perjuangannya untuk memperbaiki bangunan tempat belajar mengajarnya sudah disampaikan secara langsung kepada dr. Cellica Nurrachadiana di kantor pemerintah daerah kabupaten Karawang, bahkan Mustofa mengatakan, ibu cellica sendiri yang menyarankan untuk dibuatkannya proposal yang menerangkan rincian kebutuhan anggarannya

“Kalau untuk proposal sudah kami buat dan kami serahkan kepada ajudan bupati, bahkan sudah 4 kali kami menyerahkannya. Penyerahan proposal pertama tahun 2018, namun ketika kami menanyakan perihal kelanjutannya, hingga kini belum ada kejelasan dari pak Edo selaku ajudan ibu cellica yang menjadi pihak penerima proposal dari kami” sambung ustad Mustofa

(PNJ)

Pos terkait