Willy si Pokrol Bambu, Raja Mogok dari Sumatera Utara

  • Whatsapp

Medan, KPonline – Jika mendengar kata mogok kerja, demo, ataupun aksi unjuk rasa. Maka tidak sedikit masyarakat yang memandang sebelah mata pelaksana kegiatan yang dianggap pemberontakan dan pembuat kerusuhan itu.

Padahal jika diperhatikan secara hukum yang ada di Republik ini, kegiatan aksi mogok kerja, demo, unjuk rasa, diatur dan diperbolehkan oleh Negara. Inilah yang menjadi dasar acuan bagi Willy. Seorang aktivis buruh yang lahir di Kabupaten Deli Serdang, 9 Agustus 1983, tepatnya dikecamatan Tanjung Morawa 33 tahun silam.

Bacaan Lainnya

Mahasiswa semester akhir jurusan Hukum UPMI Kota Medan ini bernama lengkap Willy Agus Utomo, anak pertama dari 5 bersaudara. Dia memiliki seorang ayah (almarhum) yang adalah seorang aktivis buruh di Kabupaten Deli Serdang, yang juga dikenal gigih memperjuangkan hak-hak para buruh dan kaum yang lemah di masanya.

Willy memulai debutnya menjadi seorang yang melawan penindasan kepada buruh khusuanya sejak tahun 2004 di perusahaan pengelola batu kapur, PT. Panji Wira Surya Mandiri. Tempat dia bekerja yang juga tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Dengan keberhasilannya memperjuangkan hak dasar pekerja perusahaan dan kemampuannya membesarkan organisasi yang di naunginya di Kabupaten Deli Serdang, tahun 2007 Willy diangkat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Serikat Buruh Merdeka Independen (DPC-SBMI) Kabupatem Deli Serdang.

Tidak hanya sebatas itu, Willy yang kerap mengkordinir langsung mogok-mogok kerja di tingkat perusahaan dan tingkat aksi unjuk rasa ke instansi Pemerintahan. Willy juga adalah seorang delegasi yang di takuti oleh lawannya, dan juga seorang organizer yang handal dalam kerja-kerja pembesaran organisasi dengan terus melakukan penambahan anggota hingga dengan sangat cepat serikat buruh yang dipimpinnya membesar. Bukan hanya karena kasus-kasus yang mampu dimenangkannya, tetapi juga karena bertambah banyaknya jumlah keanggotaannya.

Tahun 2010, Willy mencoba mengembangkan sayapnya untuk bergerak berjuang bergabung keserikat pekerja yang berskala nasional dan keluar secara hormat dari serikat buruh yang selama ini bersamanya.

Bermodal kecerdasan dan kegigihannya dalam mengelolah organisasi, tahun 2011 awal, Willy bersama teman-teman Pekerja PT. PWSM dan beberapa Kader di SBMI resmi bergabung ke Serikat Pekerja berskala Nasional dan willy juga terpilih menjadi Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI) Provinsi Sumatera Utara.

Akhir tahun 2012 bersama berbagai elemen serikat buruh di Sumatera Utara, Willy yang dijuluki “Raja Mogok” mengkordinatori secara langsung 35 ribuan masa aksi yang notabenenya adalah buruh, menutup akses-akses utama penggerak roda perputaran perekonomian di Sumatera Utara seperti jalan tol, Pelabuhan, Bandara, dan pemberhentian produksi pabrik-pabrik dalam aksi unjuk rasa penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Utara untuk tahun 2013 . Aksi Unjuk Rasa ini berhasil menaikan upah Sumatera Utara dengan kenaikan mencapai 40 % perbulan untuk tahun 2013.

Sejak bergabung di FSPMI dalam kurun waktu 4 tahun terakhir (2012-2016), Willy dinilai berhasil dalam melakukan gerakan sosial menciptakan keadilan bagi buruh di Sumatera Utara.

Salah satu keberhasilan Willy adalah memenjarakan 2 Direktur perusahan PT. KM dan PT. ARF secara bersamaan dengan kasus membayar upah dibawah ketentuan.

Dengan rentetan prestasi yang di akui oleh pemerintahan dan Pelaku sosial yang ada di Sumatera Utara tak membuat dia besar kepala.
Willy yang sampai saat ini masih seorang buruh di PT. PWSM tetap tak mengurangi kinerjanya dalam melakukan gerakan menciptakan keadialan bagi buruh.

Willy yang kini menjadi Ketua DPW FSPMI SUMUT priode 2016-2021 juga di nobatkan menjadi Perda Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Provinsi Sumatera Utara pada Kongres Ke 4 KSPI Februari 2017 lalu.

Di Sumatera Utara, Willy Agus Utomo ditunjuk menjadi Ketua Aliansi Pekerja Buruh Bersatu Deli Serdang (PBB-DS) pada 15 Februari 2017 yang dihadiri langsung oleh Bupati, Kapolres, Dandim, Kadisnakertrans, Ketua DPRD dan 8 Serikat Buruh/Pekerja beserta anggota yang ada di Kabupaten Deli Serdang di acara pengukuhan PBB DS itu.

Itulah cerita singkat tentang Willy Agus Utomo si Pengacara tanpa gelar (Pokrol Bambu) Raja Mogok dari Sumatera Utara.

Penulis: Afriyansyah

Pos terkait