Tak Menunggu Keluhan Membesar, PUK SPLP FSPMI PT SMI Gerak Cepat Turun Serap Aspirasi Anggota

Tak Menunggu Keluhan Membesar, PUK SPLP FSPMI PT SMI Gerak Cepat Turun Serap Aspirasi Anggota

Morowali, KPonline – Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia PT Sulawesi Mining Investment (PUK SPLP FSPMI SMI) terus membangun komunikasi langsung dengan anggota. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan setiap aspirasi, masukan, maupun persoalan yang muncul di tempat kerja dapat diketahui dan ditindaklanjuti secara tepat.

Minggu (27/9/2026), pengurus PUK SPLP FSPMI PT SMI bersama sejumlah anggota menggelar diskusi dan silaturahmi di salah satu penjual es kelapa di Desa Bahomakmur, Morowali.

Suasana santai tidak mengurangi substansi pembahasan. Berbagai persoalan yang berkaitan dengan kondisi kerja dibicarakan secara terbuka. Pengurus mendengarkan langsung keluhan, masukan, dan harapan anggota terhadap kondisi di tempat kerja.

Bagi pengurus, komunikasi secara langsung menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi organisasi. Dengan turun dan berdiskusi bersama anggota, pengurus dapat memahami persoalan yang dihadapi secara lebih nyata, sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dan penuh kepercayaan.

Ketua PUK SPLP FSPMI PT SMI, Haryanto, menegaskan bahwa komunikasi antara pengurus dan anggota harus terus dibangun secara terbuka.

“Silaturahmi dan komunikasi dengan anggota merupakan bagian penting dalam menjalankan organisasi. Setiap keluhan dan masukan dari anggota akan menjadi perhatian pengurus untuk dikomunikasikan dan dicarikan penyelesaian sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Menurut Haryanto, serikat pekerja tidak boleh hanya hadir ketika persoalan sudah membesar. Serikat harus hadir sejak awal, mendengarkan anggota, memberikan pendampingan, serta membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak.

Sementara itu, Ketua PC SPLP FSPMI Morowali, Murtarto Umar P., menyampaikan bahwa setiap persoalan anggota akan terlebih dahulu diupayakan penyelesaiannya melalui pendekatan persuasif dan komunikasi yang baik.

“Kami dari pengurus akan melakukan langkah persuasif terlebih dahulu untuk menjaga hubungan yang baik dan harmonis. Harapannya, setiap keluhan anggota dapat dikomunikasikan dan ditindaklanjuti dengan baik,” jelasnya.

Namun, apabila persoalan maupun keluhan anggota tidak mendapatkan penyelesaian, serikat pekerja akan menempuh mekanisme hubungan industrial sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jika kemudian hari keluhan dan persoalan anggota tidak diindahkan atau tidak diselesaikan, maka kami akan membawa persoalan tersebut ke ranah bipartit atau mekanisme hubungan industrial,” tegas Murtarto.

Pengurus PUK SPLP FSPMI PT SMI juga mengajak seluruh anggota untuk tidak ragu menyampaikan persoalan yang dihadapi di tempat kerja. Aspirasi anggota menjadi bagian penting dalam menentukan langkah organisasi.

Dengan komunikasi yang terbuka, setiap persoalan diharapkan dapat dibahas secara lebih terarah dan diselesaikan melalui mekanisme yang tepat, sekaligus menghindari kesalahpahaman antara pekerja, serikat pekerja, dan perusahaan.

Kegiatan silaturahmi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan solidaritas antaranggota. Bagi serikat pekerja, kekuatan organisasi tidak hanya dibangun melalui struktur kepengurusan, tetapi juga melalui kedekatan, komunikasi, dan keterlibatan aktif seluruh anggota.

Serikat pekerja harus hadir, mendengar, dan bergerak bersama anggota. Karena setiap persoalan anggota adalah bagian dari perjuangan organisasi.

Penulis : Haryanto
Editor : Yanto