Pramucahya Purwanto: Bacaleg DPR RI Rekomendasi KSPI untuk Dapil Surabaya dan Sidoarjo

  • Whatsapp
Pramucahya Purwanto bersama Presiden KSPI Said Iqbal

Jakarta, KPonline – Salah satu nama yang direkomendasikan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) untuk maju dalam pemilihan legislatif (pileg) tahun 2019 adalah Pramucahya Purwanto. KSPI merekomendasikan Pramucahya sebagai calon legislatif DPR RI untuk daerah pemilihan Surabaya dan Sidoarjo.

Bung Pram memiliki pengalaman panjang sebagai pekerja. Ia pernah berpindah-pindah perusahaan. Mulai dari PT Lintas Arta (Indosat) sebagai tekhnisi, PT Kayaba Indonesia – PT Astra Otopart sebagai supervisor, hingga PT Astra Honda Motor sebagai Assisten Manager.

Bacaan Lainnya

Lepas dari PT Astra Honda Motor tahun 2015, ia berusaha mandiri dengan menjadi owner UD Berkah Rejeki. Usaha miliknya ini bergerak di tambak udang, terletak di Demak, Jawa Tengah.

“Saya bisa menularkan pengalaman wirausaha seperti yang saya tekuni untuk kepentingan kaum buruh,” ujar pria yang pernah mendapatkan NEM terbesar kedua di SMPN 136 Jakarta ini.

Saat ini, oleh KSPI Pram dipercaya menjadi Deputi Keuangan Lembaga Kemanusiaan Pekerja Indonesia (LKPI). Ini adalah lembaga yang dibentuk KSPI dalam aksi-aksi sosial, seperti memberikan bantuan untuk buruh korban PHK dan korban bencana alam.

Selain itu, Pram juga pernah duduk dalam kepengurusan BEM Elektro Universitas Trisakti di tahun 1998 – 2000.

Pengalaman lain di organisasi, saat ini Pram diberi kepercayaan menjadi Bendahara Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) Korwil Jawa Timur. PPIR  merupakan sayap partai Gerindra.

Pramucahya mengaku bahwa ia anak tentara. Sebagai  anak purnawirawan, ia melihat anak-anak tentara juga banyak yang menjadi pekerja. Pun tidak sedikit para purnawirawan yang kesejahteraannya memprihatinkan. Karena itulah, penting untuk bersinergi dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial.

Perihal terbentuknya PPIR, Prabowo Subianto bercerita, dalam sebuah reuni Akbari Angkatan tahun 1974, ia mengatakan kepada rekan-rekannya: “Kita ini kan dulu angkat sumpah untuk bela negara, saat ini negara kita dalam keadaan susah, walaupun kita sudah pensiun secara resmi kita tetap pejuang. Dulu angkatan 45 yang mengajarkan kita mengatakan bahwa kita ini adalah tentara pejuang bukan tentara bayaran, bukan tentara sekedar profesional. Bagi seorang pejuang, tidak ada kata pensiun.”

Bakal Calon Presiden dalam Pilpres 2019 ini kemudian menegaskan, dalam membela kepentingan negara, tak ada kata netral. Prabowo menyebut banyak rekannya yang tak mau berpolitik karena menganggap parpol itu kotor dan korup. “Antara yang benar dan tidak benar, tidak ada netral-netralan. Antara Merah-Putih dan dijajah bangsa asing, tidak ada netral-netralan.”

Dalam kaitan dengan itu, Pram tidak mau bersikap netral. Ia bersedia maju dalam Pileg 2019 karena ingin membela dan menyuarakan kepentingan rakyat kecil, yang selama ini belum terwakili di parlemen.

Semoga sukses, bung Pram. Rakyat dan buruh Indonesia mendukung Anda.

Baca artikel lain tentang PRAMUCAHYA PURWANTO

Pos terkait