Politik Dunia Memanas, Indonesia Hingga Amerika Serikat Melakukan Pemilu di Tahun 2024

Jakarta, KPonline – Sejumlah negara di dunia bakal mengadakan pemilihan umum (pemilu) di 2024. Sama seperti Indonesia baru akan menggelar pencoblosan suara untuk memilih tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Kabupaten/Kota pada 14 Februari 2024 mendatang.

Informasi yang berhasil dihimpun koran perdjoeangan, dari beberapa sumber setidaknya 57 negara akan menggelar pemilu di tahun ini. Artinya, setengah populasi dunia bakal melakukan pemilihan baik presiden, legislatif, maupun daerah.

Selain Indonesia negara yang gelar pemilu 2024 antara lain Bangladesh, Bhutan, Taiwan, Komoro, Tuvalu, Finlandia, El Savador, Azerbaijan, Pakistan, Kamboja, Senegal, Belarusia, Iran, Portugal, Rusia, Ukraina dijadwalkan 31 Maret (namun kemungkinan tak dihelat lantaran perang dengan Rusia).

Kemudian ada Maladewa, Korea Utara, Makedonia Utara, India, Kepulauan Solomon, Panama, Lithuania, Republik Dominika, Madagaskar, Afrika Selatan, Islandia, Meksiko, Uni Eropa, Belgia, Mauritania, Mongolia, Rwanda, Austria, Mozambik, Georgia, Uruguay, Chad, Botswana, Uzbekistan, Amerika Serikat, Palau, Yordania, Moldova, Romania, Ghana dan Aljazair.

Yang menarik pemilu AS kali ini, kemungkinan akan menjadi pemilu yang bakal menggemparkan dunia. Pemilihan presiden AS pada November berpotensi menimbulkan apa yang baru-baru ini digambarkan oleh The Economist sebagai “bahaya terbesar bagi dunia” pada tahun 2024, di mana mantan Presiden Trump berpotensi mendapatkan masa jabatan kedua.

Selain Biden dan Trump, sejumlah nama terus menyusul. Mulai dari Gubernur Florida Ron DeSantis, mantan Gubernur South Carolina Nikki Haley, hingga Senator South Carolina Tim Scott. Mantan Wakil Presiden Mike Pence, dan mantan Gubernur New Jersey Chris Christie, juga telah mengumumkan untuk masuk arena pencalonan presiden.

Masih ada nama yang mungkin masuk, Gubernur South Dakota Doug Burgum. Ada lagi Gubernur New Hempshire Chris Sununu yang berpotensi cukup besar, tetapi agaknya kurang berani menandingi Trump dalam pemilihan pada konvensi Partai Republik nanti sehingga urung diri masuk arena.

Sementara Indonesia, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, akan menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari 2024. Ini diyakini akan menjadi pesta demokrasi terbesar di dunia yang akan diselenggarakan selama satu hari.

Terdapat Lebih dari 200 juta pemilih di Indonesia dan 1,75 juta pemilih diaspora yang dapat menggunakan hak suaranya untuk memilih presiden dan wakil presiden berikutnya, serta anggota DPR, DPD dan DPRD. Jumlah pemilih tersebut mencakup 74% dari total populasi Indonesia.

Kita ketahui bersama bahwa jumlah Partai Politik yang ditetapkan sebagai peserta pemilu 2024 berjumlah 18 Partai nasional dan 6 Partai Lokal Aceh. (Yanto)