Pertahankan Kemerdekaan dan Kedaulatan Dari Omnibus Law!

  • Whatsapp

Surabaya, KPonline – Hari ini (25/08/2020), Kaum buruh di seluruh Indonesia serentak melakukan perjuangan untuk menolak kehadiran Omnibus Law Cipta Kerja.

Sedikitnya 25 daerah melakukan aksi demonstrasi bersamaan menolak Omnibus Law, yang pusat kegiatannya di masing-masing kantor pemerintahan. Omnibus Law menurut buruh adalah manifestasi penjajahan era modern.

Bacaan Lainnya

Bagaimana tidak, karena di dalam Omnibus Law yang terdiri dari 11 Klaster, tidak ada satupun yang memberikan jaminan kesejahteraan dan kedaulatan bagi warga negara. Omnibus Law malah membuka pintu perbudakan dan melahirkan kesewenang-wenangan.

Klaster ketenagakerjaan menjadi fokus perjuangan kaum buruh, karena disitu menyangkut kepentingan dan masa depan mereka. Dimana dalam RUU Omnibus Law akan mencabut ruh sistem ketenagakerjaan yaitu kepastian kerja (job security), kepastian pendapatan (income security) dan jaminan sosial (social security) serta menghilangkan sanksi pidana bagi pelanggar sistem ketenagakerjaan.

Dengan kata lain, Omnibus Law menjadikan kaum buruh tak ubahnya budak keserakahan dan alat permainan yang bisa dikorbankan setiap saat. Aksi penolakan kaum buruh adalah respon pertahanan atas ancaman kemerdekaan dan kedaulatannya, tidak hanya kepada kaumnya tapi juga tanah airnya.

Jika sistem penjajahan dahulu ada tanam paksa (culture steelsel) dan kerja rodi (romusha), yang sudah begitu menyiksa dan membunuh ribuan rakyat Indonesia. Maka sekarang penjajahan dan penindasan itu berganti wujud yang disebut Omnibus Law, yang juga bisa menyiksa dan membunuh jutaan buruh beserta keluarganya.

Soekarno Hatta tidak sedang berbohong tentang kemerdekaan. Para pejuang tidak salah dalam menerjemahkan kemerdekaan. Karena sesungguhnya, kitalah yang memang sengaja mengingkari dan mengkhianati kemerdekaan. Dengan membiarkan semua penjajahan terus berjalan tanpa perlawanan.

Bagi kaum buruh perjuangan belum berakhir, kemerdekaan harus dipertahankan dan kedaulatan harus ditegakkan. Karena setiap hari mereka juga selalu berjuang, berjuang untuk hidup, berjuang untuk sejahtera dan berjuang untuk masa depan keluarga dan masa depan nusa bangsanya. Kaum buruh sekali lagi harus menjadi motor dan martir pergerakan.

Ramalan Jayabaya tentang Sabdo Palon mungkin mengingatkan. Jika sabdo berarti sabda atau firman, sedangkan Palon berarti pelayan atau pengunci rumah. Jadi arti Sabdo Palon adalah sabda para pelayan (buruh) atau firman para juru kunci rumah (negara) baru setelah itu muncullah jaman keemasan. Akankah benar demikian?

72 Tahun kemerdekaan NKRI mungkin bisa menjadi pelajaran.

Dalang Buruh

Pos terkait