Perempuan Mengubah Kebijakan

Jakarta, KPonline – Partisipasi adalah kunci. Dalam hal apapun. Termasuk untuk memperjuangkan perubahan.

Para Alim sejak dulu mengingatkan, nasib suatu kaum tidak akan berubah — hingga kaum itu sendiri bekerja keras untuk mengubah nasibnya.

Dalam hal ini, ada banyak contoh di sekitar kita. Orang-orang yang menginspirasi. Mereka, dengan karya dan kerja, berhasil mengubah dunia.

Berbicara kaum perempuan yang mengubah kebijakan, pada hakekatnya kita berbicara tentang kaum perempuan yang berjuang. Mereka yang menolak diam. Orang-orang yang maju ke hadapan, berdiri di garis depan.

Kartini, sebagai contoh. Perempuan ini pada awalnya menulis tentang apa yang ia rasakan di buku diary. Setelah pemahamannya menjadi lebih luas, kemudian dia berkorespodensi dengan teman-temennya dari berbagai negara. Kelak, apa yang dia tulis abadi: ‘habis gelap terbitlah terang.’

Sayangnya, peringatan Hari Kartini, setiap 21 April lebih dikenang sebagai hari memakai kebaya dan sanggul. Padahal, mengenang Kartini semestinya mengenang gagasannya tentang emansipasi. Meneladani Kartini adalah meniru keberaniannya dalam menyampaikan apa yang diyakininya sebagai kebenaran. Dalam hal ini, melalui tulisan.

Maka, tulislah kisahmu. Tentukan jalan hidupmu. Jangan biarkan orang lain, diam-diam mematikan cita dan asa yang kalian punya.

Tentu saja, tidak masalah meski keberhasilan itu tak kita dapatkan dengan segera. Setiap kemajuan, sedikit apapun, harus kita syukuri. Rayakan dengan gembira. Sebab berputus asa, sikap apatis, dan berdiam diri adalah semacam kebodohan yang sempurna. Membuat kita tidak akan kemana-mana.

Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan selamat untuk kawan-kawan Perempuan FSPMI, yang dalam 3 hari ini mengikuti Pendidikan Kepemimpinan. Pegang terus gagasan dan narasi besar perjuangan kita. Jangan biarkan hari-hari kita disibukkan dengan remeh temeh yang akan memalingkan kita pada tujuan utama.

Terseruslah bersatu, berkarya, dan maju.

Daftar Sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.