Pekerja Muda FSPMI Bekasi Antusias Sampaikan Aspirasi di Acara Ruas Pemuda 

Pekerja Muda FSPMI Bekasi Antusias Sampaikan Aspirasi di Acara Ruas Pemuda 

Bekasi, KPonline – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bekasi menggelar Ruas Pemuda (Ruang Aspirasi Pekerja Muda), Sabtu, 26 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Konsulat Cabang (KC) FSPMI Kabupaten/Kota Bekasi.

Antusiasme pekerja muda terlihat sejak kegiatan dimulai. Para pekerja muda dari berbagai Serikat Pekerja Anggota (SPA) FSPMI di Kabupaten/Kota Bekasi hadir dan mengikuti rangkaian agenda. Berdasarkan lembar absensi, tercatat sekitar hampir 100 pekerja muda FSPMI Bekasi menghadiri kegiatan tersebut.

Ruas Pemuda menjadi ruang bagi pekerja muda untuk bertemu, berdiskusi, menyampaikan aspirasi, sekaligus mendapatkan wawasan dan motivasi terkait peran generasi muda dalam organisasi serikat pekerja.

Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung Ketua KC FSPMI Kabupaten/Kota Bekasi, Kamto, yang akrab disapa Pakde Kamto dan dikenal dengan jargon “Ora Urus”.

Selain Ketua KC FSPMI Bekasi, turut hadir sejumlah pimpinan cabang dari berbagai SPA FSPMI, di antaranya SPAMK, SPLP, SPEE, dan SPAI. Kehadiran para pimpinan cabang tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap keterlibatan pekerja muda dalam kehidupan organisasi.

Dalam agenda tersebut Sukamto memberikan motovasi kepada pekerja muda untuk aktif di organisasi dan menyampaikan penting nya berserikat.

Sukamto menjelaskan bahwa agenda Ruas Pemuda di Bekasi sebenarnya sudah pernah dilaksanakan sebelum kongres. Kini, agenda tersebut dilaksanakan kembali seiring hadirnya wadah pekerja muda FSPMI Bekasi.

Wiwik Aswanti, SH., MH. ketua pekerja muda FSPMI Bekasi berharap agar pekerja muda yang hadir dalam acara ruas pemuda ini terus aktif  diorganisasi dan mengisi ruang yang ada di organisasi.

Menurut Wiwik hadirnya pekerja muda dengan ide segar dan pemikiran kreatif, adaptif serta kritis ini sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan dimasa mendatang.

Tidak hanya diisi dengan materi dan motivasi, kegiatan juga dikemas secara interaktif. Panitia memberikan gimmick kepada peserta yang berani tampil dan mengajukan pertanyaan kepada narasumber.

Suasana tersebut membuat peserta lebih aktif berinteraksi. Forum tidak sekadar menjadi ruang mendengarkan materi, tetapi juga menjadi wadah bagi pekerja muda untuk menyampaikan pemikiran dan keresahan yang mereka hadapi sebagai bagian dari dunia kerja maupun organisasi.

Antusiasme pekerja muda yang hadir menunjukkan bahwa ruang dialog bagi generasi muda pekerja memiliki tempat tersendiri dalam dinamika organisasi. RUAS Pemuda diharapkan terus menjadi ruang untuk melahirkan gagasan, membangun keberanian, dan mendorong semakin banyak pekerja muda mengambil peran dalam perjuangan organisasi.

Karena masa depan organisasi bukan hanya tentang siapa yang memimpin hari ini, tetapi juga tentang siapa yang disiapkan untuk melanjutkan perjuangan esok hari.