Memperkokoh Pondasi Gerakan Serikat Pekerja di Hitachi Group

Bekasi, KPonline – Sebuah keniscayaan jika buruh Indonesia memiliki peran penting dalam pembangunan. Buruh menjadi kekuatan penting pertumbuhan sektor perekonomian bangsa. Tetapi begitu banyak fakta yang menunjukkan betapa arti penting buruh bagi industrialisasi berbanding terbalik dengan tingkat kesejahteraannya.

Bukan hanya masalah kesejahteraan secara ekonomi, lebih dari itu, buruh juga harus menghadapi aksi represif dan pengekangan kebebasan berserikat oleh rezim yang berkuasa. Hal ini terjadi dibegitu banyak Negara, terutama di Negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Adalah berat ketika buruh harus memperjuangkan nasibnya sendiri, bahkan sekelas Albert Einstein, seorang ilmuwan terkemuka pun tidak bisa berjuang sendiri, dia anggota serikat pekerja dan juga termasuk sebagai anggota pendiri Federasi Serikat Pekerja Guru Princeton Lokal 552 (the Princeton Federation of Teachers Local 552) yang menanda tangani kesepakatan (Charter) pada tahun 1938 .(www.kaskus.co.id).

Apalagi buruh di Indonesia yang mayoritas strata pendidikannya Menengah ke bawah pastinya lebih membutuhkan organisasi Serikat Pekerja untuk berjuang secara kolektif dan bersatu dalam satu wadah yaitu Serikat Pekerja.

Bahkan dibeberapa perusahaan yang mempunyai sektor yang sama tidak cukup dengan bergabung dengan serikat pekerja, untuk membangun kepedulian dan solidaritas sesama satu induk perusahaan.

Merasa senasib sepenanggungan mereka pun membentuk forum diskusi seperti yang dilakukan serikat pekerja di perusahaan Hitachi yang ada di Jabodetabek ini pada hari Sabtu (8/9/2018) bertempat di Hotel Ibis Budget Cifest Cikarang melakukan Kopdar untuk membahas pembentukan forum diskusi serikat pekerja Hitachi Group.

Setidaknya ada 5 Serikat Pekerja yang hadir yaitu :

1. PUK SPL FSPMI PT. HITACHI METAL INDONESIA, Cilegon – Banten.

2. PUK SPLEM SPSI PT.HITACHI CONSTRUCTION MACHINERY INDONESIA, Cibitung – Bekasi – Jawa Barat.

3. PUK SPEE FSPMI PT.HITACHI POWER SYSTEMS INDONESIA, Cikarang – Bekasi – Jawa Barat.

4. PUK SPAMK FSPMI PT.HITACHI CHEMICAL INDONESIA, Karawang – Jawa Barat.

5. SPTP PT.HITACHI AUTOMOTIVE INDONESIA, Cikarang – Bekasi – Jawa Barat.

Hadir 37 orang mewakili Serikat Pekerja nya masing-masing, terbanyak hadir dari PUK SPL FSPMI PT.HITACHI METAL INDONESIA, Cilegon – Banten berjumlah 17 orang.

PUK yang menjadi motor penggerak perjuangan buruh di Cilegon ini tiba di PT.Hitachi Power Systems Indonesia (EJIP Plot 8E Cikarang Selatan) pukul 12.30 WIB. Setelah sholat Dhuhur rombongan pun menuju Omah Buruh (OB) sebentar lalu menuju Hotel Ibis Budget yang terletak tidak jauh dari OB.

Pukul 13.30 wib acara pun dimulai,semua perwakilan dari Serikat Pekerja Hitachi Group juga sudah hadir dan nampak pula Nurdin Muhidin, anggota DPRD Kab.Bekasi yang juga mantan Ketua PUK PT.HPSI.

Lima Ketua PUK dan para pengurus yang hadir serta satu Dewan DPRD Kab.Bekasi sepakat bahwa perjuangan yang dilakukan secara kolektif akan memperkokoh pondasi gerakan dan satu sama lain, bisa saling menguatkan dan memberi support serta semakin banyak orang berkualitas berkumpul dalam satu wadah, maka sinergi dari kekuatan personal akan menjadi lebih kuat.

Pada hari Sabtu tanggal 8 September 2018 resmi sudah dibentuk Forum Diskusi Serikat Pekerja Hitachi Group dengan komposisi kepengurusan sebagi berikut :

Ketua : Aep Risnandar (PUK PT.HPSI )

Sekretaris : Mujito (PUK PT.HPSI)

Bendahara : Amril Sayuti (PUK PT.HPSI )

Bidang Pendidikan : Herri (PUK PT.HCID)

Bidang Advokasi : Muhammad Dholam (PUK PT.HCMI)

Bidang Kesejahteraan : Erwin ( PUK PT.HMID)

Bidang Sosial : Abdul Muis (SPTP PT.Hitachi Automotive Indonesia)

Kepengurusan tersebut untuk masa bakti satu tahun dan semua bergantian. Rencananya pertemuan kedua akan diselengggarakan di Cilegon dan sebagai tuan rumah PUK SPL FSPMI PT.HITACHI METAL INDONESIA.