Mayday : Derita Dan Pura-pura Bahagia

Batam,KPonline – Peringatan hari buruh tinggal menghitung hari, tapi sepertinya buruh masih tenggelam dalam perdebatan siapa menang siapa kalah dalam pemilu 2019 yang baru saja di gelar dan hal ini masih akan terus terjadi hingga akhir Mei mendatang.

Sekarang lupakan sejenak pemilu, mari kita bahas peringatan May Day yang sebentar lagi di peringati oleh seluruh buruh di dunia. Peringatan untuk melanjutkan perjuangan, peringatan bagi mereka yang menolak diperbudak hanya karena mereka tak punya modal dan melacurkan diri mereka di dalam pabrik-pabrik untuk sekedar kebutuhan hidup sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Peringatan bahwa outsourcing masih merajalela, peringatan bahwa upah buruh sudah tidak bisa mencukupi kebutuhannya, peringatan bahwa harga-harga kebutuhan pokok terus meroket, sementara pemerintah sibuk rebutan kekuasaan, Peringatan bahwa kesehatan dan keselamatan kerja masih jadi angan-angan. Peringatan bahwa pelecehan buruh perempuan masih terus terjadi, peringatan bahwa segelintir HRD masih banyak yang pura pura tidak paham peraturan ketenagakerjaaan hanya untuk memuaskan para pemilih modal.

Peringatan bahwa masih banyak anak negeri negara +62 ini yang menderita di negeri orang karena tidak ada perlindungan yang maksimal dari pemerintahnya. Mereka terpaksa terusir dari negeri sendiri karena tidak punya tanah untuk di tanami, pun sekedar hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Sementara orang asing bebas menguasai tanah bumi pertiwi ini untuk di perkosa dan di babat habis hutannya. Peringatan bahwa ketika buruh melarat tak mampu membayar cicilan kredit panci, pengusaha terus mendapat keringanan pajak dan amnesty pajak serta bermacam fasilitas lain.

Ayo bicaralah buruh, ingatkan mereka teman temanmu bahwa penderitaan buruh dan rakyat kecil yang semakin nyata akibat kerakusan korporasi, kebijakan ekonomi pemerintah yang neoliberal, cengkeraman imperialisme dan neoliberalisme.

Bicaralah bahwa begitu pentingnya buruh bersatu, bersama-sama mencari jalan keluar. Peringatan hari buruh nanti jangan malah membuat kita lupa, tapi mengingatkan tentang sejarah panjang gerakan buruh. Ingat peringatan hari buruh bukan untuk dangdutan dan bagi bagi hadiah.(ete)

Pos terkait