Jelang Sumpah Pemuda 2026, Supriyanto Ajak Pekerja Muda FSPMI Aktif dalam Gerakan Perjuangan Buruh

Jelang Sumpah Pemuda 2026, Supriyanto Ajak Pekerja Muda FSPMI Aktif dalam Gerakan Perjuangan Buruh

Jakarta, KPonline – Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, Ketua Umum Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PP SPLP FSPMI), Supriyanto, mengajak pekerja muda FSPMI untuk mengambil peran aktif dalam setiap gerakan organisasi demi memperkuat perjuangan buruh dan menjaga masa depan bangsa.

Menurut Supriyanto, Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan momentum untuk membangkitkan semangat persatuan, keberanian, dan tanggung jawab generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk di dunia kerja.

Ia mengatakan, peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan. Melalui gerakan para pemuda saat itu, semangat persatuan dan kesadaran untuk menjadi satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa Indonesia semakin menguat.

“Semangat para pemuda pada 1928 harus menjadi inspirasi bagi pekerja muda hari ini. Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus berani mengambil peran dalam setiap gerakan perjuangan, termasuk di dalam FSPMI,” kata Supriyanto (27/10/2026)

Menurut Supriyanto, pekerja muda memiliki posisi strategis dalam keberlangsungan organisasi serikat pekerja. Energi, kreativitas, dan keberanian mereka diperlukan untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan kesadaran berserikat, serta memastikan perjuangan buruh terus berjalan dari generasi ke generasi.

Karena itu, pekerja muda FSPMI diharapkan tidak hanya hadir ketika aksi berlangsung, tetapi juga aktif dalam pendidikan organisasi, penguatan solidaritas, pengawalan hak-hak pekerja, dan berbagai kegiatan yang mendorong kesejahteraan kaum buruh.

Mengusung tema Sumpah Pemuda 2026, “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, momentum ini juga menjadi pengingat pentingnya pengabdian kepada bangsa, kegigihan dalam memperjuangkan cita-cita, serta kepedulian terhadap sesama.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat perjuangan serikat pekerja. Patriotisme dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi bangsa, kegigihan tercermin dalam konsistensi memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja, sedangkan empati menjadi landasan untuk menjaga solidaritas di antara sesama buruh.

Supriyanto berharap, anggota SPLP FSPMI, khususnya generasi muda (pekerja muda), terus mengobarkan semangat kebangsaan, tidak mudah menyerah menghadapi tantangan, dan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan serta kepedulian sosial.

“Semangat Sumpah Pemuda harus menjadi energi bagi pekerja muda untuk terus bergerak, bersatu, dan berjuang,” pungkasnya

Dengan keterlibatan aktif generasi muda, FSPMI diharapkan semakin kuat dalam memperjuangkan kepentingan pekerja sekaligus berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.