Jakarta, KPonline – Relawan Jamkeswatch FSPMI DKI Jakarta, Nurlaksono Aji dan Anggun Hikmah Saputra, turun langsung mengawal proses rujukan pasien BPJS Kesehatan, Oon Onasih, asal Karawang. Pasien yang merupakan keluarga anggota FSPMI tersebut membutuhkan penanganan medis lanjutan berupa tindakan pemasangan ring jantung.
Saat ini, Oon Onasih masih menjalani perawatan di RS Izza Karawang setelah mengalami gangguan jantung pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit tipe A yang memiliki fasilitas dan kompetensi medis sesuai kebutuhan pasien.

Namun, proses rujukan melalui Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) menghadapi kendala dalam memperoleh respons dari rumah sakit tujuan. Menyikapi kondisi tersebut, relawan Jamkeswatch bergerak melakukan koordinasi dan pengawalan untuk memastikan proses rujukan tidak terhambat serta pasien segera mendapatkan kepastian pelayanan medis.
Berdasarkan perkembangan koordinasi hingga Jumat (30/10/2026) pukul 00.35 WIB, empat rumah sakit telah mengonfirmasi penerimaan permohonan SPGDT, yakni RSPAD, RSCM, RSUP Fatmawati, dan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.
Sementara itu, RS Persahabatan belum menerima permohonan rujukan tersebut sehingga direncanakan akan dilakukan pengiriman ulang melalui WhatsApp.
Konfirmasi dari empat rumah sakit tersebut menjadi perkembangan penting dalam proses pengawalan rujukan. Meski demikian, perjuangan belum selesai. Kepastian rumah sakit yang akan menerima pasien, proses pemindahan, hingga pelaksanaan tindakan pemasangan ring jantung masih harus terus ditindaklanjuti.
Jamkeswatch menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses koordinasi antar rumah sakit agar pasien mendapatkan kepastian rujukan dan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medisnya.
Bagi Jamkeswatch, hak atas pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti pada proses administrasi dan menunggu respons. Ketika pasien membutuhkan penanganan segera, setiap proses rujukan harus dikawal agar hak pasien atas pelayanan medis yang layak tetap terpenuhi. (Wandi)