Hari Jadi PUK SPAMK FSPMI PT. Atsumitec Santuni Anak Yatim

  • Whatsapp

Karawang, KPonline – Jangan lupakan sejarah, Itulah kata yang pas untuk merayakan hari jadi PUK SPAMK FSPMI PT. Atsumitec Indonesia. Kamis,(27/02/2020).

Dalam merayakan ulang tahunnya PUK SPAMK FSPMI PT. Atsumitec Indonesia menayangkan sejarah berdirinya mulai dari tahun 2007, dan bangkit kembali pada tahun 2012, saat ulang tahun kebangkitan yang pertama di tahun 2013, moment sangat berharga karena di hadiri langsung oleh presiden direkturnya Mr. ISAO YOSHIAMA.

Berita Lainnya

Seperti Tahun – tahun sebelumnya hari ulang tahun ini panitia mengadakan santunan anak yatim piatu di daerah Cidampa,
Tukiman Sekretaris Bidang Sosial PUK SPAMK FSPMI PT. Atsumitec Indonesia dalam sambutannya bahwa anak – anak yatim piatu ini akan membawakan tiket untuk kita ke surga.

Acara ini secara sederhana diadakan di kantin perusahaan pada 27 Februari 2020 yang di hadiri oleh Pengurus, Pleno, Garda Metal dan Perwakilan anggota Serta juga hadir perwakilan manajemen.

Ranto Afrianto selaku Ketua PUK SPAMK FSPMI PT. Atsumitec Indonesia berharap untuk bisa menyongsong 13 tahun kedepan secara bersama-sama. Dan 13 tahun ke depan, perusahaan serta PUK SPAMK FSPMI PT. Atsumitec Indonesia harus terus ada dan berkembang bersama-sama saling bersinergi.

Kemudian perwakilan dari perusahaan Gunawan sebagai manager marketing dan purchasing PT. Atsumitec Indonesia mengajak kepada PUK SPAMK FSPMI PT. Atsumitec Indonesia untuk saling mendukung dan membantu menjawab tantangan di depan .

Potong tumpeng adalah acara inti ulang tahun ini.

Di temani Marupi Sekretaris PUK SPAMK FSPMI PT. Atsumitec Indonesia potongan tumpeng di berikan oleh Ranto Afrianto kepada Bapak Gunawan Selaku Perwakilan dari Perusahaan.

Dan ditutup dengan tauziah dan do’a dari ustadz Mahmud seorang Pengurus dari salah satu Pondok Pesantren yang ada di daerah Purwasari.

seperti pesan Bung Karno ; Dengan sejarah, kita tidak perlu Capek-capek mengalami susahnya perjuangan para nabi menyadarkan umatnya. Kita juga tidak perlu harus angkat senjata untuk sekedar merasakan pedihnya perjuangan kemerdekaan.

Jangan pernah melupakan sejarah

(Akhmad Carsa)

Pos terkait