Datangi Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, FSPMI Cilegon Sampaikan 6 Tuntutan

Datangi Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, FSPMI Cilegon Sampaikan 6 Tuntutan

Cilegon, KPonline – Geliat perjuangan untuk mencapai dan memenuhi kesejahteraan buruh serta keluarganya terus membara. Hari ini, Kamis (1/10/2026), ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cilegon menyambangi Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Serang.

​Aksi massa ini merupakan tindak lanjut atas instruksi dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Provinsi Banten. Massa buruh melancarkan aksi penyampaian pendapat di muka umum secara serentak, melibatkan konsolidasi dari tiga wilayah basis industri besar di Banten, yaitu Tangerang Raya, Serang Raya, dan Cilegon.

​Bertolak sejak pagi hari dari titik kumpul Kawasan Industri Krakatau Cilegon, konvoi massa aksi bergerak tertib menuju KP3B dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

​Dalam aksi unjuk rasa kali ini, FSPMI menyuarakan 6 tuntutan krusial skala nasional yang menjadi poin utama perjuangan :

1. ​Sahkan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan.
2. ​Tetapkan UMP/UMK tahun 2027.
3. ​Tetapkan UMSP/UMSK tahun 2027.
4. ​Terapkan Pajak Jaminan Hari Tua (JHT) 0%.
5. ​Tolak skema perhitungan pesangon 0,5 kali ketentuan.
6. ​Revisi Permenaker No. 7 Tahun 2026 tentang Alih Daya (outsourcing).

​Sesampainya di kawasan KP3B, gelombang massa yang datang dari berbagai daerah langsung melakukan orasi secara bergantian di luar gerbang utama. Tak berselang lama, perwakilan pengurus dan perangkat aksi FSPMI diterima masuk untuk melakukan audiensi langsung dengan para pemangku kebijakan Pemerintah Provinsi Banten.

​”Kami datang membawa aspirasi murni kaum buruh Banten. Keenam tuntutan ini adalah harga mati demi menjaga daya beli dan kepastian perlindungan bagi buruh serta keluarganya. Kami berharap Pemprov Banten tidak hanya menampung, tetapi merekomendasikan dan merealisasikan tuntutan ini ke tingkat pusat,” ujar salah satu orator di atas mobil komando.

​Hingga berita ini diterbitkan, perwakilan buruh masih berada di dalam ruangan audiensi bersama pejabat Pemprov Banten, sementara ratusan massa aksi tetap bertahan dan mengawal jalannya perundingan dengan tertib di luar gedung.