Dan Solidaritas Pun Berdatangan

  • Whatsapp

Sidoarjo, KPonline – “Indonesia masih ada” ungkapan ini muncul begitu saja di pikiranku saat dengan mata kepala sendiri kusaksikan gelombang solidaritas buruh yang datang di tenda Mogok Kerja buruh PT Karya Karang Asem Indah (KKAI) yang berada di Pabean 77, Sedati, Sidoarjo.

Sebanyak 56 pekerja melakukan mogok kerja dan dengan terpaksa menutup akses keluar masuk pabrik untuk menuntut upah yang seharusnya sudah diterima. Inilah ironi di negeri ini. Sesuatu bernama hak selalu sulit didapat. Apalagi dalam hal ini yang harus memberikan adalah Pengusaha yang merasa punya kekuatan uang, koneksi, dan merasa kebal hukum.

Bacaan Lainnya

Sholeh (28 tahun) yang ikut bersolidaritas berkata bahwa kedatangannya kesini bukan karena intruksi organisasi ini adalah panggilan jiwa sesama makhluk Tuhan. Sedangkan Heri yang berasal dari SPSI yang juga seorang anggota Brigade SPSI juga menyatakan bahwa tidak peduli apa warna bendera, kita harus datang membela jika penindasan itu ada.

Pendapat lain datang dari Korda Garda Metal Surabaya Supriyadi yang malam ini datang bersama puluhan Garda Metal menyatakan bahwa sebagai saudara kami tidak akan membiarkan buruh KKAI berjuang sendiri. “Kami Garda Metal akan selalu mendukung perjuangan ini,” katanya.

Solidaritas adalah ruh gerakan serikat pekerja. Sebagaimana slogan FSPMI: Solidarity Forever.

Rasa simpati yang mereka tunjukkan tidak hanya berupa dukungan moral dan semangat namun juga dukungan donasi baik berupa uang maupun kebutuhan bahan pokok untuk menyambung hidup selama di tenda.

Bukankah ini yang namanya Persatuan Indonesia meskipun hanya di lingkup kecil, tak hanya diantara sesama bendera FSPMI dengan Garda Metalnya, namun juga dengan serikat lain. Setidaknya ada dua serikat besar yang sudah bersolidaritas kesana (SPSI dan SBI). Mereka punya satu cita-cita sama meski berbeda bendera yakni kesejahteraan buruh.

Di malam hari sebelumnya pada Rabu 09/08/2017, Tiba tiba datang sebanyak sepuluh truk angkut berukuran besar bersama preman dan orang-orang berseragam doreng yang ingin mengeluarkan mesin-mesin dari dalam perusahaan. Namun hal itu tidak berhasil lantaran sesaat dalam perundingan dengan para preman itu. PUK didampingi Paralegal (dan pihak pihak yang bersimpati) bisa menjelaskan kenapa mogok kerja ini bisa terjadi sehingga dengan terpaksa harus menutup akses perusahaan.

Ketua PUK FSPMI KKAI Agus Setiono dengan raut wajah penuh semangat mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar besarnya kepada para buruh yang mau bersolidaritas, ini jelas menjadi tambahan semangat dalam perjuangan, dan berdoa semoga hal ini tidak terjadi pada buruh lain.

Dengan satu satunya kekuatan kebersamaan dan proses advokasi yang transparan mudah mudahan ,segala hak para pekerja PT KKAI bisa segera di penuhi oleh Pengusahanya dan mau sadar bahwa jika sebagai Warga Negara Asing yang punya usaha di Indonesia dirinya harus taat pada aturan Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *