Copot Sendiri Spanduk Illegal Miliknya, Obon Tabroni Dinilai Berikan Contoh Baik Dalam Berpolitik

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Melihat berita kemarin, ada satu calon bupati Bekasi yang mencopot sendiri spanduk kampanye yang terpasang di tempat yang tidak diperbolehkan. Saya jadi bertanya, ini Panwas kemana? Padahal tugas penertiban spanduk “ilegal” tersebut ada di Panwas bekerjasama dengan Satpol PP. Heemmm…

Ketika peserta pilkada (calon) melakukan penegakan hukum sendiri, artinya ada fungsi yang tidak jalan dari lembaga pengawas pemilu. Oleh karenanya, saya memberikan apresiasi terhadap langkah penertiban spanduk ilegal oleh cabup tersebut.

Bacaan Lainnya

Ini pendidikan politik yang bagus bagi masyarakat, pasangan calon lain, tim sukses dan para relawan pendukung. Bagaimanapun, ketika beberapa waktu lalu seluruh pasangan calon mendeklarasikan Pilkada damai, berintegritas dan taat pada aturan hukum, maka calon sebagai “pengantin” memberikan langsung contoh nyata menepati janjinya, tidak hanya di mulut saja.

Selain itu bagi saya, penertiban spanduk ilegal tersebut juga adalah langkah yang konyol. Sebab, dengan menertibkan spanduk ilegal tersebut bisa diartikan sebagai bentuk pengakuan terhadap kesalahan pemasangan spanduk yang diperbuat dan berjiwa besar mencabutnya sendiri. Hal ini tentu rentan mempengaruhi sikap masyarakat terhadap calon bersangkutan di TPS nanti. Namun demikian, bagi saya, langkah tersebut bukan pencitraan. Sebab masih dalam koridor penegakan hukum untuk menjaga marwah integritas Pilkada. Semoga hal ini ditiru oleh pasangan calon lain, tim sukses dan relawan untuk menertibkan sendiri spanduk masing-masing yang berada di tempat ilegal sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Resep juga kalau semua pasangan calon besok-besok pada bilang di media seperti ini.

“Silahkan copot spanduk saya yang terpasang di pohon dan tempat ilegal.”

“Jika ada yang melakukan money politik mengatasnamakan saya, langsung lapor ke saya, saya sendiri yang akan melaporkan ke penegak hukum.”

“Saya mengajak masyarakat tolak politik uang.”

“Kalau kampanye jangan rusak fasilitas umum.”

Ahh…, semoga harapan saya tersebut jadi kenyataan. Jika itu terjadi, pasangan calon di Pilkada Kabupaten Bekasi bisa jadi percontohan nasional dalam mewujudkan Pilkada yang berintegritas dan bermartabat. Bersaing secara sehat dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Itu baru keren!

Salut buat Bang Obon Tabroni, telah mengambil langkah politik yang berani dan penuh resiko.

Mari berikan pendidikan politik bagi masyarakat. Mencerdaskan pemilih dan menjadikan masyarakat sebagai pemilih yang rasional itu adalah tanggung jawab kita bersama.

Penulis: Ahmad Djaelani

Foto: Andy Saputra

Pos terkait