Buruh Indonesia Bersama Obon Tabroni

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Bukan tanpa alasan Pilkada Bekasi menjadi salah satu perhatian buruh di Indonesia. Pasalnya, dalam Pilkada Bekasi salah seorang kontestannya, Obon Tabroni yang menjadi calon Bupati dari jalur independen/perseorangan (bukan partai) merupakan aktivis buruh yang dikenal sangat vokal dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh.

KPonline menilai apa yang terjadi di Bekasi ini adalah sebuah sejarah baru dalam pergerakan buruh di tanah air. Sejarah ini sangat terkait dengan slogan buruh yang sangat nyaring terdengar akhir-akhir ini, yaitu Go Politik.

Bacaan Lainnya

Mungkin sebelumnya pernah ada orang-orang yang mengklaim dirinya aktivis buruh untuk meraup suara demi peruntungannya dalam kontes Pilkada. Tapi harus kita akui itu baru sebatas klaim sepihak tapi sulit dibuktikan dilapangan. Kebanyakan orang-orang tersebut adalah pemilik modal yang mencoba meraup suara mayoritas buruh demi ambisi pribadinya.

Tapi seperti yang diduga sebelumnya, usaha-usaha tersebut tidak pernah berhasil karena mereka-mereka ini hanya mampu merangkul para elit buruh yang notabene sebenarnya tidak memiliki jangkauan luas ke akar rumput. Hasilnya sudah bisa ditebak, usaha merangkul para elit buruh ini berakhir dengan sia-sia.

Tapi apa yang terjadi di Bekasi ini sangat berbeda. Pasalnya Obon Tabroni ini adalah aktivis buruh yang benar-benar berangkat dari jati diri seorang buruh. Sebelum dikenal seperti saat ini Obon hanya seorang buruh operator di sebuah Pabrik Elektronik di kawasan MM 2100, Cibitung, Bekasi.

Obon Tabroni bukanlah seorang aktivis buruh karbitan, dirinya besar dan sudah teruji karena ditempa perjuangan tak kenal lelah demi kepentingan buruh, tidak hanya buruh Bekasi tapi buruh diseluruh Indonesia. Disaat banyak aktivis buruh menikmati kekayaan berlimpah, Obon tetap hidup sederhana. Bagi Obon sebelum buruh Indonesia bisa hidup layak pantang bagi dirinya hidup bermewah-mewahan.

Jadilah Obon Tabroni sosok yang sangat dihormati tidak hanya di Bekasi tapi juga tingkat nasional. Tentu kita masih ingat tahun 2013 saat ratusan ribu buruh di Bekasi, Tangerang, Karawang dan Purwakata turun kejalan menutup jalan tol demi menuntut kenaikan upah dibawah komando Obon Tabroni. Aksi buruh tersebut membuat pemerintah daerah kalang kabut dan memaksa pemerintah pusat turung tangan.

Tidak tanggung-tanggung Presiden SBY saat itu memerintahkan Menko Hatta Rajasa turun tangan untuk menangani persoalan ini. Hingga akhirnya pemerintah pusat tak bisa berbuat banyak selain memenuhi tuntutan buruh.

Peristiwa tersebut hanya salah satu contoh kemampuan istimewa Obon Tabroni dalam mengorganisir buruh. Ini semua tidak akan pernah terjadi jika bukan kepercayaan buruh yang sangat besar kepada sosok ini. Kepercayaan ini yang membuat Obon Tabroni menampik tawaran dari partai-partai termasuk dua partai besar dan memilih untuk maju melalui calon perseorangan (independen).

Kenyataan ini membuat Pilkada Bekasi 2017 tidak saja menjadi ajang pertaruhan Obon Tabroni seorang, lebih dari itu Pilkada ini menjadi pertaruhan kaum buruh di Bekasi, bahkan di Indonesia. Karena selain mendapat kepercayaan besar dari buruh, ”track record” Obon Tabroni menunjukkan dirinya merupakan salah satu kader terbaik kaum buruh yang pernah lahir di bumi pertiwi.

Mengapa demikian? Pilkada Bekasi akan menjadi menjadi “trigger” bagi buruh-buruh didaerah lain untuk “merebut” kekuasaan demi perubahan nasib buruh kearah yang lebih baik.

Pos terkait