Buruh Harus Bersuara! Media Perdjoeangan Bekasi Siapkan Kader Jurnalis Organisasi

Buruh Harus Bersuara! Media Perdjoeangan Bekasi Siapkan Kader Jurnalis Organisasi

Bekasi, KPonline – Perjuangan buruh tidak cukup hanya dilakukan melalui aksi massa dan perundingan. Perjuangan juga harus direkam, ditulis, dan disebarluaskan agar suara pekerja didengar masyarakat luas. Berangkat dari kesadaran tersebut, Media Perdjoeangan FSPMI Kabupaten/Kota Bekasi menggelar Pendidikan Jurnalistik pada Minggu (1/11/2026), bertempat di KC FSPMI Bekasi, Jalan Yapink Putra No. 11, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Kegiatan ini diikuti 51 anggota Serikat Pekerja Anggota (SPA) FSPMI dari Kabupaten/Kota Bekasi dan Karawang. Pendidikan tersebut menjadi langkah nyata untuk mencetak kader yang mampu mengembangkan media organisasi, sekaligus menyampaikan informasi perjuangan buruh secara akurat, menarik, dan bertanggung jawab.

Kepala Biro Media Perdjoeangan FSPMI Bekasi, Wiwik Aswanti, S.H., M.H., dalam sambutannya berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk menginformasikan berbagai kegiatan di internal Pimpinan Unit Kerja (PUK), memperkenalkan FSPMI kepada masyarakat, serta menyebarluaskan perjuangan organisasi.

Menurutnya, kemampuan kader dalam mengelola informasi menjadi bagian penting agar berbagai aktivitas dan perjuangan FSPMI tidak hanya diketahui oleh kalangan internal, tetapi juga dapat dipahami oleh masyarakat luas.

“Keaktifan peserta dalam menulis berita, mengambil foto, membuat video pendek, dan memproduksi konten kreatif lainnya dapat menambah wawasan sekaligus membuat aktivitas berorganisasi menjadi lebih menarik dan menyenangkan,” katanya

Melalui pendidikan ini, Media Perdjoeangan FSPMI Bekasi berupaya menumbuhkan semangat kader untuk aktif menyampaikan informasi dari lingkungan kerja masing-masing. Dengan demikian, setiap PUK diharapkan dapat berkontribusi dalam mendokumentasikan perjuangan, mengabarkan persoalan pekerja, serta memperkuat suara kaum buruh melalui media.

Sebab, perjuangan yang tidak diinformasikan berisiko tidak diketahui publik. Karena itu, media bukan sekadar sarana publikasi, melainkan juga alat perjuangan untuk membangun kesadaran, memperluas solidaritas, dan menyuarakan aspirasi kaum pekerja.