Buang Rasa Takut dan Tempatkan Pada Tempatnya

Bandung, KPonline – Sabtu, 5 Oktober 2019. PUK SPAI-FSPMI PT. Mulya Lestari gelar konsolidasi di sekretariat KC FSPMI Bandung Raya Jl. H. Haris Baris, Cimahi. Hadir dalam kesempatan tersebut, ketua PC SPAI-FSPMI Bandung Raya beserta beberapa orang jajarannya.

Juhaeri Selaku Sekretaris PC SPAI-FSPMI Bandung Raya memberikan saran agar kegiatan konsolidasi seperti yang dilaksanakan hari ini harus terus menerus ditingkatkan.

“Kegiatan konsolidasi seperti hari ini harus terus ditingkatkan dan untuk selanjutnya, kawan-kawan pengurus dan anggota bisa semakin solid. Semakin kompak dan kuat menghadapi rencana-rencana nakal perusahaan yang tidak kita harapkan. Semakin banyak anggota bertambah di PUK PT. Mulya Lestari, maka semakin banyak pula tantangan atau rintangan yang akan dihadapi kedepan,” ucapnya.

Hedrayana Hendri selaku Ketua PC SPAI FSPMI Bandung Raya menyampaikan arahan dan motivasinya.

“Mari kita bicara jujur dengan fakta dan realita saja. Ayo kita sama-sama belajar dan berupaya merubah maenset kita dalam menghadapi segala kenyataan dalam hidup, agar ke depan kita bisa menjalani kehidupan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada,” ungkap Hendrayana.

Lebih lanjut Hendra pun menyampaikan arahan dan motivasinya melalui filosofi atau perumpamaan seperti halnya cerita tentang kalori dalam tubuh manusia, usia yang tak lagi muda, upah yang tidak layak dan lain sebagainya.

“Terkait sistem kontrak (PKWT) saat ini memang menjadi PR atau tugas kita bersama untuk mencari solusi atau jalan keluarnya, supaya sistem ini tidak terus-menerus dijalankan oleh perusahaan-perusahaan nakal. Untuk menginpentalisir apa yang kita butuhkan dan apa yang akan dilakukan sebagai upaya tindakan atau langkah nyata, mari kita lakukan apa yang kita bisa/mampu,” tegas Hendrayana.

Diakhir sambutannya Hendra pun mengarahkan organisasi kita perlu ada ketaatan anggota dalam hal membayar iuran Check Off Sistem (COS). Agar kegiatan organisasi dapat berjalan dengan normal, seperti halnya darah yang ada dan terus mengalir dalam tubuh kita.

Selain itu, anggota pun dituntut agar siap mengikuti kegiatan organisasi. Seperti pendidikan, aksi dan lain-lain. Anggota juga harus terus mendukung PUK agar terus-menerus melakukan kegiatan. Banyak cara untuk membangun atau merubah sebuah kondisi yang ada. Tugas organisasi adalah berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarganya, mampu menjadi pelindung sekaligus mengadvokasi semua anggota.

Selepas penyampaian dari para perangkat cabang, agenda dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi yang dipimpin langsung oleh Candra selaku Ketua Advokasi PC SPAI-FSPMI Bandung Raya dengan pokok bahasan terkait Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Menurut Candra, sudah banyak cerita dalam menjalani proses penyelesaian perselisihan dengan perusahaan-perusahaan. Oleh karena itu dia menyarankan beberapa hal secara konsep dan lobby untuk mengatasi setiap permasalahan khususnya tentang PKWT.

Senada dalam kesempatan tersebut, Heri sebagai ketua PUK ikut menyampaikan bahwa ia telah melakukan upaya terkait permasalahan yang ada, namun perusahaan menolak usulan-usulan tersebut dengan dalih perusahaan berpegang teguh kepada aturan PKWT yang lain yaitu Kepmen 100.

Mendengar jawaban tersebut, Heri pun meminta perusahaan untuk mengambil jalan tengah, tetapi hingga saat ini perusahaan belum mau langsung menerima dengan alasan akan di sampaikan terlebih dahulu kepada perangkat HRD yang lain. Jika perusahaan tetap tidak memberikan solusi, PUK akan mengambil langkah atau tindakan hukum yang lebih tinggi. (Drey)