Pasuruan, KPonline – Induk Koperasi Buruh Metal Indonesia (Inkopbumi) FSPMI memaparkan perkembangan usaha dan evaluasi produksi dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) FSPMI Pasuruan Raya yang digelar di Inna Tretes Hotel & Resort, Jalan Pesanggrahan No. 2, Semeru, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu-Minggu (26-27/9/2026).
Laporan tersebut disampaikan Ketua Inkopbumi Pasuruan, M. Nur dari PUK ATI. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah perkembangan biaya produksi air mineral dalam kemasan merek One-Q.
Dalam pemaparannya, M. Nur menjelaskan bahwa terjadi kenaikan harga sejumlah bahan baku produksi, terutama botol dan tutup botol. Kondisi tersebut disebut turut dipengaruhi oleh dampak perang terhadap rantai pasok dan harga bahan baku.
Di sisi lain, terdapat perubahan sumber pengadaan air isi ulang. Jika sebelumnya pengambilan dilakukan dari Prigen, kini sumber air dialihkan ke Umbulan. Perubahan tersebut berdampak terhadap komponen biaya produksi.
Berdasarkan perhitungan yang disampaikan dalam Rakercab, biaya bahan baku yang pada 2025 berada di kisaran Rp1.510 per pcs meningkat menjadi Rp2.018 per pcs. Angka tersebut belum mencakup biaya distribusi serta komponen biaya lainnya.
Kenaikan biaya produksi tersebut selanjutnya menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam penetapan harga jual air mineral One-Q.
Kembangkan Penjualan Produk Aneka Tuna Indonesia
Selain membahas produksi air mineral, Inkopbumi juga memaparkan rencana pengembangan usaha melalui penjualan produk-produk Aneka Tuna Indonesia (ATI).
Skema penjualan dilakukan dengan memanfaatkan momentum promo. Produk ATI diperoleh melalui koperasi karyawan ATI dengan harga yang lebih rendah ketika terdapat program promosi.
Produk-produk tersebut selanjutnya ditawarkan kepada anggota FSPMI Pasuruan Raya sebagai bagian dari upaya memperluas aktivitas usaha koperasi sekaligus memberikan akses produk dengan harga yang kompetitif bagi anggota.
M. Nur menjelaskan bahwa pengembangan usaha Inkopbumi tidak diarahkan pada pengadaan sembako. Hal tersebut karena sektor sembako telah memiliki pengembangan usaha tersendiri melalui Toko B!mart yang dikelola Koperasi Karyawan PUK JAI.
Dengan pembagian fokus tersebut, pengembangan usaha Inkopbumi diharapkan dapat berjalan berdampingan dengan unit-unit usaha koperasi yang telah dikembangkan di lingkungan FSPMI Pasuruan Raya.
Pembahasan mengenai perkembangan usaha Inkopbumi menjadi salah satu bagian dalam agenda Rakercab FSPMI Pasuruan Raya yang berlangsung selama dua hari dan diikuti jajaran organisasi serta perwakilan perangkat FSPMI Pasuruan Raya.



