Ada Buruh di Aksi 212

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Forum Umat Islam (FUI) menggelar aksi massa di depan Gedung MPR/DPR. Dalam aksinya mereka akan meminta DPR untuk mendesak pemerintah memberhentikan sementara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Selasa (21/2/2017).

Massa juga meminta Ahok, sapaan Basuki, segera ditahan terkait dengan status terdakwa kasus penodaan agama. Massa juga meminta proses hukum yang menjerat sejumlah tokoh mereka seperti Muhammad Rizieq Shihab dan Munarman, untuk dihentikan.

Bacaan Lainnya

Aksi massa ini diberi nama Aksi 212, merujuk pada tanggal hari ini, 21 Februari. Nama ini juga serupa dengan nama aksi pada 2 Desember 2016 lalu.

Baca juga: Lakukan Aksi 212, Aliansi Buruh Aceh Usung Tiga Isu: Ketenagakerjaan, Kemanusiaan, Penegakan Hukum

Aksi ini dihadiri puluhan ribu orang. Massa bukan hanya datang dari Jakarta. Namun juga dari daerah lain seperti Madura, Surabaya dan sejumlah daerah di Jawa barat.

Sejak Senin malam, massa sudah berdatangan ke ibu kota.

Mahasiswa Serukan MPR Gelar Sidang Istimewa

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM PTM Zona III dan massa dari FUI berdemo mengajukan sejumlah tuntutan.

Salah satu tuntutannya adalah mendesak MPR menggelar sidang istimewa. “Kami menuntut MPR RI untuk melakukan sidang istimewa untuk kembali ke UUD 1945 naskah asli,” kata Koordinator BEM PTM, Suparman kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/2).

Baca juga: Usai Aksi 212, Buruh di Kabupaten Serang Ini Menulis Puisi Keren

Suparman menuturkan para mahasiswa sudah berkumpul sejak pukul 03.00 WIB dan mulai berjalan ke Gedung DPR/MPR pukul 06.00 WIB.

Selain menuntut Sidang Istimewa MPR, massa BEM PTM juga menuntut pemerintah menjamin kebebasan mengeluarkan pendapat di Indonesia. Suparman menyatakan bahwa penyampaian aspirasi mahasiswa bukan tindak kriminal sehingga harus dilindungi oleh pemerintah

BEM PTM juga menuntut pemerintah menegakkan keadilan terkait status Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Baca juga: Ini Kata Sekjen KSPI Terkait Aksi Buruh Pada 212

“Kami menuntut supremasi hukum. Supremasi hukum di Indonesia tidak boleh tebang pilih, termasuk dalam sengketa Gubernur DKI Jakarta,” kata Suparman.

Ada Buruh

Selain itu, elemen buruh juga ikut hadir dalam aksi 212 ini. Dikabarkan, Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) menurunkan massa aksinya. Meskipun tidak atas nama pribadi, tidak membawa panji-panji organisasi, beberapa aktivis serikat pekerja juga ikut hadir dalam aksi ini.

Pos terkait