Bekasi, KPonline – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bekasi 2026 menyisakan cerita unik dari Kecamatan Setu. Dari enam desa yang melaksanakan pemilihan, para calon dengan perolehan suara tertinggi ternyata memiliki nama belakang yang sama.
Tiga pemenang menggunakan nama belakang Hidayat, sementara tiga lainnya menggunakan nama belakang Suryana. Kesamaan nama tersebut menjadi perhatian masyarakat karena terjadi dalam satu kecamatan.
Informasi yang dihimpun koran perdjoeangan (24/9/2026) berdasarkan rekapitulasi sementara yang beredar, enam nama tersebut adalah:
1. Markun Hidayat – Desa Cikarageman
2. Hadi Hidayat – Desa Ciledug
3. Jahi Hidayat – Desa Taman Sari
4. Anton Suryana – Desa Cibening
5. Aca Suryana – Desa Muktijaya
6. Emin Suryana – Desa Taman Rahayu
Data mengenai keenam nama tersebut juga muncul dalam sejumlah pemberitaan terkait hasil sementara Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026.
Fenomena tersebut kemudian dikemas dalam sebuah ilustrasi yang membawa pesan bahwa kesamaan nama tidak harus dimaknai sebagai hubungan keluarga. Kesamaan nama belakang juga tidak serta-merta menunjukkan adanya hubungan kekerabatan tanpa data atau keterangan resmi.
Pesan yang muncul justru menekankan persamaan tujuan dalam membangun wilayah masing-masing.
“Desa berbeda, nama sama, tujuan sama.”
Pesan lainnya menggambarkan semangat para kepala desa terpilih untuk tetap bekerja bagi masyarakat di desa masing-masing.
“Yang sama bukan cuma nama, tapi semangat membangun desa.”
Kecamatan Setu sendiri memiliki 11 desa dalam daftar Pilkades Serentak 2026. Selain enam desa yang dimenangkan oleh nama belakang Hidayat dan Suryana, terdapat lima desa lainnya dengan pemenang berbeda, yakni Ragemanunggal, Kertahayu, Burangkeng, Cijengkol, dan Lebak Buaya.
Menariknya, fenomena ini dapat menjadi cerita tersendiri dalam perjalanan Pilkades Setu 2026. Jika nama boleh sama, desa boleh berbeda, maka tantangan berikutnya adalah bagaimana masing-masing kepala desa membuktikan hasil kepemimpinannya melalui pelayanan, pembangunan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebab pada akhirnya, bukan kesamaan nama yang akan dikenang warga, melainkan jejak pengabdian dan perubahan nyata yang ditinggalkan untuk desanya.