Workshop Relasi Industri yang Ke 10 Tahun 2022 Akan di Gelar Bekasi

Jakarta, KPonline – Beberapa hari yang lalu tepatnya hari Jum’at (1/7/22) Dewan Pimpinan Pusat FSPMI kedatangan tamu Kunjungan Japan Council Of Metalworkers Unions (JCM) dari Jepang, di sambut dengan hangat oleh Presiden FSPMI Riden Hatam Aziz, S.H. Ketua Umum PP SPAMK FSPMI H. Furqon, Sekretaris Umum PP SPAMK Ranto Apriyanto, Ketua Umum PP SPEE FSPMI H. Abdul Bais.

Dengan misi dari JCM tersebut akan mengadakan Workshop Relasi Industri yang menjadi peserta workshop itu terdiri dari unsur serikat pekerja FSPMI, pemerintah dan pengusaha.

Bacaan Lainnya

Rencananya Workshop tersebut akan dilaksanakan pada bulan Oktober di minggu ke 3, Workshop ini biasanya dilakukan setiap tahun. Hanya saja karena adanya Covid-19, sudah 3 tahun kita melewatkan agenda itu. Dan tahun ini baru kita akan melakukannya lagi. Workshop tersebut adalah Workshop yang ke 10 tahun 2022 dan akan di Gelar di Bekasi Jawa Barat.

Dalam Kunjungan JCM tersebut terlihat hadir Presiden FSPMI Riden Hatam Aziz, S.H., Ketua Umum PP SPAMK FSPMI H. Furqon, Sekretaris Umum PP SPAMK Ranto Apriyanto, Ketua Umum PP SPEE FSPMI H. Abdul Bais, Direktur Hubungan Internasional FSPMI Mimin Ida Nurjanah, sedangkan dari JCM sendiri yang hadir adalah General Sekretaris JCM Koichi Asanuma, Asisten General Sekretaris JCM Hideyuki Hirakawa, Asisten General Sekretaris JCM Yusuke Ishihara.

Agenda Workshop Relasi Industri yang ke 10 tahun 2022 nantinya akan melibatkan 150 peserta dari Para Praktisi HR dari seluruh sektor bisnis, Asosiasi Pengusaha, Para Praktisi Hukum Ketenagakerjaan, Serikat Pekerja FSPMI, Karyawan, Hrd dan Management Perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi.

Dalam Hasil wawancara Crew Media Perdjoeangan dengan Direktur Hubungan Internasional atau Hubungan Luar Negeri DPP FSPMI Mimin Ida Nurjanah mengatakan bahwa

“Kondisi hubungan industrial di Indonesia saat ini tengah memasuki babak ketidakpastian dengan terbitnya beragam peraturan dan/atau keputusan lembaga judicial yang terkadang justru menimbulkan beragam permasalahan yang baru. Pada prinsipnya semua pihak, baik pengusaha maupun pekerja membutuhkan kepastian dan ketegasan aturan dan regulasi yang menaungi persoalan hubungan industrial agar semua pihak dapat menjalankan hak dan kewajibannya secara baik dan benar”, jelasnya Mimin

“Dengan di adakan nya Workshop nanti harapan akan memberikan pemahaman yang benar kepada para praktisi terkait dengan implementasi industrial relations, Memberikan tips dan trik yang tepat dan efektif untuk menyelesaikan perselisihan hubungan industrial, Memberikan dasar-dasar teknik investigasi secara tepat dan baik, Meningkatkan kemampuan dan keahlian untuk mengantisipasi timbulnya perselisihan hubungan industrial”, paparnya

“Workshop ini nantinya akan diberikan dengan menggunakan metoda SMART (Sharing, Mentoring, Active, Role play, Thinking)
• Sharing, Sharing ini Materi yang akan disampaikan dalam rangka sharing / berbagi pengalaman dan pemahaman baik dari pembicara maupun dari peserta sehingga workshop dapat berjalan dua arah
• Mentoring, Mentoring ini nantinya untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para peserta sehingga pembicara diharapkan mampu menjadi mentor dan bukan hanya sebagai narasumber belaka
• Active, di Workshop nanti akan dilihat dari Tingkat keaktifan peserta dalam mengikuti workshop akan menjadi salah satu barometer keberhasilan workshop tersebut sehingga materi, ice breaking, video maupun role play akan menuntut tingkat partisipasi yang tinggi dari para peserta.

• Role Play, Workshop nanti akan ada Hal yang paling menarik yaitu Role Play, dimana para peserta akan disimulasikan untuk menangani dan berpraktek langsung terhadap beberapa materi yang akan diberikan. Dengan adanya Role Play ini maka diharapkan peserta lebih mampu mencerna dengan baik materi yang sudah disampaikan.
• Thinking, di sesion akhir workshop nanti, peserta akan diberikan simple test untuk mengukur tingkat pemahaman mereka atas workshop yang telah di ikuti selama 2 hari nanti. Test tersebut tidak dilakukan dalam bentuk multiple choice yang monoton, namun akan dikemas dalam sebuah permainan dan role play yang menantang”, Tutupnya.

Dalam Kunjungan JCM tersebut di akhiri dengan Pemberian Cendramata secara sombolis dari Pihak JCM ke Presiden FSPMI Riden Hatam Aziz,S.H. dan Foto bersama.

Daftar Sekarang

Pos terkait