Bekasi, KPonline – Seorang negosiator ulung harus mengetahui kondisi psikologis pihak lawan. Hal tersebut disampaikan Arif Wicaksono dari Pimpinan Cabang SPAMK FSPMI Kabupaten Karawang dalam pendidikan teknik negosiasi yang diselenggarakan PUK SPAMK FSPMI PT. Musashi Auto Parts Indonesia di Hotel Sahid Jaya, Lippo Cikarang, Bekasi, Sabtu (10/10/2026).
Menurut Arif Wicaksono, selain penting memahami kondisi psikologis pihak lawan, sebelum berunding, Serikat Pekerja juga harus menyiapkan konsep, data, dan tim negosiasi.

“Teman-teman harus menyiapkan konsep, data, dan tim sebelum berunding dengan perusahaan. Buat prediksi, perencanaan, kontrol, dan tunjuk siapa yang menjadi juru bicara, serta jangan lupa informasikan hasil perundingan kepada anggota,” ujarnya.
Selain materi inti, pria yang saat ini juga menjabat sebagai Pengurus Pimpinan Pusat SPAMK FSPMI tersebut memaparkan berbagai persoalan yang dialami banyak Serikat Pekerja dalam berunding pasca terjadinya Covid 19.
“Kita sebagai Serikat Pekerja harus pintar-pintar memahami situasi dan kondisi sekitar. Jangan mudah terbawa suasana. Patokan kita sebagai Serikat Pekerja yang pertama harus berprinsip sebisa mungkin menghindari PHK,” kata Arif Wicaksono.
Pendidikan teknik negosiasi diikuti 38 orang peserta yang terdiri dari Pengurus PUK, dan perwakilan anggota (pleno), termasuk pleno yang masuk menjadi Tim Perunding HAT dan Tim Perunding PKB.
Dalam pendidikan teknik negosiasi, selain Arif Wicaksono, PUK Musashi juga menghadirkan narasumber Kusyanto dari Pimpinan Cabang SPAMK FSPMI Kabupaten Karawang. Sesion pertama, Kusyanto menyampaikan materi tentang komunikasi, sedangkan sesion kedua, Arif Wicaksono menyampaikan materi teknik negosiasi.
Selain materi teori, peserta pendidikan kemudian dibagi menjadi 4 kelompok untuk praktek simulasi perundingan. Kelompok pertama dan kedua menjadi pengusaha. Sedangkan kelompok ketiga dan keempat menjadi Serikat Pekerja. Mereka pun diminta untuk simulasi praktek dalam berunding sekaligus berlatih bernegosiasi.