Karawang, KPonline – Ketua Pimpinan Cabang (PC) SPAMK FSPMI Kabupaten Karawang, Bung Asmat Serum, S.H., M.H., menghadiri Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) VIII PUK SPAMK FSPMI PT NT Piston Ring Indonesia. Yang berlangsung di Ballroom Hotel Swiss-Bel Karawang.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan sambutan sekaligus secara resmi membuka pelaksanaan MUSNIK VIII. Ia mengapresiasi panitia, peserta, pengurus, dan seluruh tamu undangan yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Sab’tu (10/10/26).
Dalam sambutannya, Bung Asmat menyampaikan pesan mendalam tentang arti perjuangan dan pengabdian seorang pemimpin serikat pekerja. Menurutnya, menjadi pemimpin bukan sekadar tentang jabatan atau kewenangan, melainkan tentang kesediaan mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, dan keberanian untuk memperjuangkan kepentingan serta kesejahteraan anggota.
Ia menegaskan bahwa salah satu pencapaian tertinggi seorang pemimpin adalah ketika perjuangan yang dilakukan bersama anggota membuahkan hasil dan kemenangan. Baik dalam memperjuangkan upah, bonus, maupun hak-hak pekerja lainnya, keberhasilan tersebut seharusnya menjadi sumber kebahagiaan dan kebanggaan karena membawa manfaat nyata bagi anggota.
“Jabatan boleh berakhir, tetapi pengabdian tidak boleh ikut berhenti.” Pesan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak diukur dari berapa lama ia menduduki jabatan, melainkan dari seberapa besar kontribusi dan manfaat yang telah diberikan kepada anggota yang mempercayainya.

Bung Asmat juga mengingatkan para kader agar menghargai perjuangan para pendahulu. Setiap keberhasilan organisasi lahir dari proses panjang, pengorbanan, dan kerja keras banyak orang. Karena itu, pergantian kepemimpinan hendaknya menjadi momentum untuk melanjutkan perjuangan, bukan melupakan jasa mereka yang telah lebih dahulu membangun organisasi.
Menurutnya, organisasi yang kuat harus memberikan ruang bagi kader-kader yang memiliki kemampuan, pengalaman, dan komitmen untuk berkembang sesuai mekanisme serta aturan organisasi. Kaderisasi yang sehat akan melahirkan pemimpin yang memahami perjuangan buruh, mampu menjaga amanah, dan siap menghadapi tantangan pada masa mendatang.
Ia berharap siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin PUK SPAMK FSPMI PT NT Piston Ring Indonesia tetap menjadikan kepentingan anggota sebagai prioritas utama. Sebab, di balik setiap perjuangan, ada keluarga yang menaruh harapan, ada anak-anak yang mendambakan kehidupan lebih baik, serta ada masa depan yang ingin diperjuangkan melalui peningkatan kesejahteraan pekerja.
Bung Asmat juga berpesan agar perbedaan pilihan dalam MUSNIK tidak merusak persaudaraan dan solidaritas. Musyawarah bukan sekadar menentukan siapa yang akan memimpin, tetapi juga menjadi ruang untuk menyatukan gagasan, mengevaluasi perjalanan organisasi, dan merumuskan langkah perjuangan ke depan. Berbeda pilihan bukan berarti berbeda tujuan, dan berganti pemimpin bukan berarti berganti perjuangan.
Melalui MUSNIK VIII ini, ia berharap lahir kepemimpinan yang mampu menjaga kepercayaan anggota, memperkuat persatuan, serta konsisten memperjuangkan hak, keselamatan, dan kesejahteraan pekerja. Pemimpin yang baik bukan hanya mampu berbicara di hadapan anggota, tetapi juga bersedia mendengar keluh kesah mereka dan hadir ketika perjuangan membutuhkan keberanian serta keteguhan.
Dengan resmi dibukanya MUSNIK VIII oleh Bung Asmat Serum, S.H., M.H., diharapkan PUK SPAMK FSPMI PT NT Piston Ring Indonesia semakin solid dan mampu melanjutkan estafet perjuangan dengan semangat kebersamaan. Sebab, jabatan mungkin akan berganti dan masa kepengurusan akan berakhir, tetapi perjuangan yang dilakukan dengan tulus demi kesejahteraan anggota akan selalu meninggalkan jejak dan dikenang sepanjang perjalanan organisasi.