Sekjend Rumah Rakyat Indonesia: “Jika Dulu Kita Punya Musuh Bersama, Sekarang Punya Cita-cita Bersama.”

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Sekretaris Jenderal Rumah Rakyat Indonesia Ilhamsyah mengatakan, yang paling rasional adalah melakukan akuisisi terhadap partai politik yang sudah ada untuk bertarung dalam pemilu 2019. Meskipun demikian, kata Ilhamsyah, harus dipastikan tidak ada sengketa dikemudian hari terkait dengan akuisisi.

“Meskipun Said Iqbal menyakinkan kita untuk membentuk partai sendiri, tetapi saya melihat tidak semua yang ada didalam ruangan tidak yakin dengan itu,” katanya. Dia merujuk pada rapat Rumah Rahyat Indonesia sebelumnya. Menurutnya, sesuatu yang dikerjakan setengah hati tanpa keyakinan, pasti hasilnya tidak akan baik.

Bacaan Lainnya

Kalaupun nanti RRI menjadi blok politik, menurut Ilhamsyah, juga tidak akan jadi. Dia menyebut di internal KSPI sendiri akan terjadi tarik menarik kepentingan.

“Kemudian kita akan ribut soal kepentingan. Ada yang mendukung PKS, ada yang PDI, dan ada yang mencoba untuk menarik ke beberapa partai yang lain,” katanya.

Dalam hal ini, Ilhamsyah menyambut baik ajakan Mochtar Pakpahan. Namun demikian, dia mengingatkan dalam prosesnya harus benar-benar clear. Dalam artian, kedepan tidak ada sengketa.

Dia menyakinkan, bahwa pilihan ini adalah yang paling rasional.

Lalu dia memberikan pandangan, “Apabila dulu yang bisa merekatkan adalah musuh bersama, Soeharto. Kini yang bisa merekatkan kita pada hari ini adalah alat politik yang bisa menyatukan gerakan rakyat. Apabila dulu kita memiliki musuh bersama, sekarang kita memiliki cita-cita bersama.”

Dalam pandangan Ilham, proses perjuangan dengan menggunakan aksi massa membenturkan buruh pada kesadaran, terdapat sistem yang tidak bisa dirubah hanya dengan perjuangan ekstraparlementer semata. Hingga kemudian, banyak pimpinan serikat buruh yang menitipkan orang di berbagai partai politik untuk ikut pemilu. Ini adalah lompatan kesadaran yang begitu cepat.

“Bahkan dengan mogok nasional sekalipun, satu pasal pun tidak bisa kita rubah,” katanya. Karena itu, muaranya haruslah berjuang melalui jalur politik. Lebih lanjut dia mengatakan, “Karena itu kita mewacanakan ada alat politik. Saat ini kesadaran kaum pergerakan terus tumbuh. Tani bergerak. Buruh bergerak. Hanya partai politik yang akan mampu menyatukan semua gerakan itu. Sebab aliansi sifatrnya terbatas. Kesadaran yang terus bergulir ini, membutuhkan alat politik yang permanent untuk menyatukan gerakan rakyat.”

Ilham mempercayai, partai ini akan menjadi magnet bagi element gerakan rakyat. Akan menjadi satu momentum persatuan unsur gerakan rakyat.

“Bagi saya, finishnya sudah kelihatan. Apakah kita sampai atau tidak? Tergantung kita.” (*)

Pos terkait