Said Iqbal Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Buruh

Jakarta, KPonline – May day Fiesta menjadi ajang orasi para pimpinan buruh nasional dalam menyampaikan aspirasi buruh kepada pemerintah, hadir dalam may day firsta di Stadion Madya Senayan, Ketua umum SPI, Hendry Saragih, presiden FSPMI, Riden Hatam Aziz, Presiden KSPI, Said Iqbal, Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea dan para pimpinan buruh lainnya.

Ketua Serikat Petani Indonesia Henry Saragih dalam orasinya mengatakan di hari buruh sedunia ini ia mengajak. “Mari kita perkuat perjuangan buruh, petani, nelayan agar kedepannya apa yang diperjuangkan partai buruh,” kata dia.

Sementara presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea dalam sambutan singkatnya menegaskan KSPSI dan KSPI masih komitmen untuk menolak omnibuslaw UU Cipta Kerja dan Hapus Outsourcing Tolak upah murah.

Selanjutnya ia mendo’akan sahabat perjuangannya Said Iqbal, agar selalu sehat dalam memimpin pergerakan buruh dan partai buruh. “Sehat selalu sahabatku Said Iqbal, panjang umur, murah rizki seperti air bah,” ujar Andi Gani.

Selanjutnya Said Iqbal berdiri dan memimpin menyanyikan lagu Halo-halo Bandung yang di ikuti ribuan masa aksi berlarian kedepan panggung dengan semangat menyampaikan Halo-halo Bandung.

Dalam orasinya Said Iqbal mengatakan sejarah may day menjadi semangat perjuangan kita kaum buruh Indonesia. “Lima orang pemimpin buruh di chicago digantung dilapangan yang dikenal dengan peristiwa Hay Market dan ratusan buruh di Chicago ditembak mati, hingga got-got mengalirkan darah-darah buruh,” ungkap Iqbal.

Lebih lanjut ia mengatakan dua issu may day yang diusung buruh adalah cabut omnibuslaw UU Cipta Kerja, Hostum, Hapus Outsourcing dan tolak upah murah. “Pemerintah tidak peka dengan kepentingan buruh, justru pemerintah saat ini menjadi agen-agen outsourcing,” pungkasnya. (Yanto)