Jakarta, KPonline — Rombongan Roadshow Exco Provinsi Partai Buruh memasuki hari keempat dengan menyambangi Kota Administrasi Jakarta Barat, Minggu (4/10/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian konsolidasi organisasi setelah sebelumnya digelar di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara.
Rombongan Exco Provinsi yang dipimpin Winarso, S.H., diterima jajaran Exco Partai Buruh Kota Administrasi Jakarta Barat di bawah kepemimpinan Tommy Juniannur. Pertemuan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan struktur organisasi Partai Buruh di tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan.
Agenda utama roadshow adalah mematangkan persiapan organisasi menghadapi agenda politik mendatang, termasuk Pemilu 2029 untuk Pilpres dan DPD RI, serta agenda politik daerah yang ditargetkan berlangsung pada 2031 untuk pemilihan gubernur dan pencalonan anggota DPRD.
Namun, konsolidasi politik tersebut tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan struktural di tingkat elite. Tantangan yang lebih konkret adalah memastikan seluruh persyaratan organisasi dan kepesertaan pemilu dapat dipenuhi secara faktual di lapangan.
Karena itu, Exco Provinsi mendorong Exco Jakarta Barat segera memperkuat pemenuhan persyaratan yang dibutuhkan untuk menghadapi proses verifikasi administrasi dan verifikasi faktual KPU sebagai bagian penting dari upaya Partai Buruh untuk kembali lolos sebagai peserta Pemilu 2029.
Jakarta Barat memiliki 8 kecamatan dan 56 kelurahan. Cakupan struktur organisasi di wilayah tersebut menjadi pekerjaan penting yang tidak bisa ditunda. Target keterpenuhan struktur harus dipastikan hingga tingkat akar rumput, dengan sasaran pembentukan dan penguatan organisasi yang dapat memenuhi ketentuan KPU, bahkan bila memungkinkan mencapai 100 persen cakupan wilayah.
Dalam konsolidasi tersebut, Exco Provinsi juga menekankan pentingnya mempercepat pembentukan komisariat atau struktur organisasi tingkat kelurahan. Struktur paling bawah ini dinilai strategis karena menjadi indikator nyata sejauh mana mesin organisasi partai benar-benar hadir dan bekerja di tengah masyarakat.
Targetnya bukan sekadar memenuhi angka administratif. Struktur yang dibangun harus memiliki pengurus, anggota, aktivitas organisasi, serta basis dukungan yang dapat diverifikasi secara nyata. Untuk itu, konsolidasi ditargetkan mampu memperkuat basis keanggotaan hingga kisaran 1.000–1.500 anggota, sesuai kebutuhan dan strategi organisasi dalam menghadapi tahapan verifikasi mendatang.
Pesan yang mengemuka dari roadshow tersebut cukup jelas, Partai Buruh tidak boleh baru bergerak ketika tahapan pemilu sudah dimulai. Persiapan harus dilakukan jauh hari, terutama karena verifikasi faktual akan menguji apakah struktur yang tercatat secara administratif benar-benar hidup dan memiliki basis anggota di lapangan.
Dari sisi politik, langkah ini juga menunjukkan bahwa Partai Buruh mulai menempatkan konsolidasi organisasi sebagai fondasi utama menghadapi Pemilu 2029. Kekuatan politik tidak cukup dibangun melalui narasi dan deklarasi, tetapi harus dibuktikan melalui struktur yang solid, data anggota yang valid, serta kemampuan organisasi menjangkau masyarakat sampai tingkat paling bawah.
Roadshow di Jakarta Barat sekaligus menjadi ruang untuk memetakan kesiapan organisasi dan mengidentifikasi pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan. Dengan waktu persiapan yang relatif panjang menuju Pemilu 2029, jajaran Exco dituntut mengubah konsolidasi dari sekadar agenda pertemuan menjadi kerja organisasi yang terukur dan berkelanjutan.
Rombongan Exco Provinsi dalam kegiatan tersebut terdiri atas Winarso, S.H., Surya, Leni, dan Wildan.
Sementara dari jajaran Exco Kecamatan hadir Asep Sulaeman dari Kecamatan Grogol Petamburan, Ariadi dari Kecamatan Kebon Jeruk, serta Metrianto dan Wiyanti dari Kecamatan Kalideres.
Adapun jajaran pengurus Exco Kota Administrasi Jakarta Barat yang terlibat dalam konsolidasi antara lain Tommy Juniannur, Boni, Fadli, Arif Budiman, Nando, dan Badriah.
Konsolidasi Jakarta Barat menjadi bagian dari rangkaian roadshow Exco Provinsi untuk memastikan seluruh jajaran daerah bergerak dalam satu garis persiapan. Tantangannya kini bukan lagi sekadar menyatakan kesiapan menghadapi Pemilu 2029, melainkan membuktikan kesiapan tersebut melalui struktur organisasi yang nyata, terukur, dan memenuhi persyaratan kepesertaan pemilu.
Dengan demikian, roadshow ini menjadi lebih dari sekadar kunjungan organisasi. Ia merupakan ujian awal bagi keseriusan Partai Buruh membangun kembali kekuatan politiknya dari tingkat provinsi hingga akar rumput, jauh sebelum pertarungan elektoral 2029 benar-benar dimulai. (Budi Omp)