Rapat Rutin Serikat Pekerja FSPMI PT Panasonic Gobel Life Solutions Bahas HUT ke-32, Upah hingga Agenda Perjuangan

Rapat Rutin Serikat Pekerja FSPMI PT Panasonic Gobel Life Solutions Bahas HUT ke-32, Upah hingga Agenda Perjuangan

Cileungsi, KPonline–Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Elektronik Elektrik Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPEE FSPMI) PT Panasonic Gobel Life Solutions Manufacturing Indonesia (PGLSMID) menggelar rapat rutin bersama anggota di ruang PUK, Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Rapat rutin tersebut dipimpin Ketua PUK SPEE FSPMI PT PGLSMID, Dadan. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai agenda organisasi, mulai dari persiapan syukuran HUT ke-32, kondisi hubungan industrial di perusahaan, perkembangan SKB upah dan bonus, persoalan anggota, hingga agenda perjuangan serikat pekerja di tingkat daerah dan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, pengurus juga menyampaikan informasi mengenai agenda perjuangan yang akan berlangsung pada Oktober. Anggota diminta mulai mempersiapkan waktu untuk mengikuti agenda organisasi, baik aksi di daerah maupun agenda aksi nasional sesuai dengan instruksi dan komando organisasi.

Untuk agenda di tingkat daerah, pada 1 Oktober direncanakan akan dilaksanakan aksi di berbagai daerah. Khusus Jawa Barat, aksi direncanakan dipusatkan di Kantor DPRD Provinsi Jawa Barat, Bandung. Sementara untuk agenda nasional, pengurus menyampaikan rencana pelaksanaan sekitar 8 Oktober dan meminta anggota mempersiapkan diri agar dapat berpartisipasi secara maksimal.

Ketua PUK Dadan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dan tamu yang hadir dalam rangkaian kegiatan syukuran HUT ke-32. Dalam kesempatan tersebut turut hadir sejumlah senior dan tamu undangan, termasuk Komarudin selaku ketua KC FSPMI BOGOR, Sardi yang tengah memasuki masa persiapan pensiun (MPP), serta para pengurus dan anggota puk.

Terkait perayaan HUT ke-32, pengurus menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini dilaksanakan secara sederhana dengan mempertimbangkan kondisi organisasi dan keuangan PUK. Berkurangnya jumlah anggota serta besarnya kebutuhan organisasi membuat pengurus harus mengelola keuangan secara lebih hati-hati, terlebih masih terdapat berbagai agenda besar yang harus dipersiapkan ke depan.

Meski demikian, PUK tetap memberikan suvenir kepada anggota berupa tumbler. Pemberian tumbler tersebut menjadi bentuk partisipasi PUK terhadap kebijakan manajemen untuk mengurangi penggunaan botol air mineral sekali pakai di lingkungan kerja. Seremonial HUT juga direncanakan dilaksanakan bersama pihak manajemen di area box office atau kontainer.

Dalam rapat tersebut, pengurus juga mengingatkan anggota agar lebih aktif menggunakan grup WhatsApp organisasi sebagai sarana komunikasi. Grup tersebut diharapkan tidak hanya digunakan untuk menerima informasi, tetapi juga menjadi ruang bagi anggota untuk menyampaikan kritik, saran, pertanyaan maupun persoalan yang berkaitan dengan organisasi dan hubungan industrial.

Sementara terkait SKB upah, pengurus menyampaikan bahwa pembahasannya masih menunggu kesiapan dari pihak manajemen. Menurut pengurus, persoalan upah pada prinsipnya tetap harus melalui proses perundingan antara serikat pekerja dan manajemen sehingga PUK akan terus mengawal proses tersebut.

Untuk SKB bonus, pengurus menyampaikan bahwa pembahasannya masih berada di tingkat manajemen dan terdapat informasi bahwa pembahasan tersebut masih mengalami kebuntuan. Apabila diperlukan perubahan skema, PUK akan kembali mengupayakan pembahasan agar hasil akhirnya dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi pekerja.

Selain persoalan upah dan bonus, rapat juga membahas penyelesaian kasus salah satu anggota. PUK berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui pendekatan yang terbaik dengan tetap mempertimbangkan ketentuan dalam PKB serta aspek kemanusiaan. PUK akan terus melakukan komunikasi dengan manajemen agar persoalan tersebut tidak berujung pada sanksi maksimal dan dapat diperoleh keputusan yang terbaik bagi anggota.

Dalam waktu dekat, PUK juga dijadwalkan melakukan pertemuan bipartit dengan manajemen sekitar pukul 13.30 WIB, apabila tidak terdapat perubahan jadwal. Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang penyelesaian berbagai persoalan hubungan industrial yang masih berjalan.

Di sisi organisasi, pengurus turut menyampaikan perkembangan mengenai Musda yang hingga saat ini masih belum sepenuhnya clear. PUK memilih menunggu informasi lebih lanjut terkait perkembangan agenda tersebut dan akan menyampaikan informasi kepada anggota setelah terdapat keputusan atau arahan organisasi.

Untuk perjuangan eksternal, PUK menegaskan bahwa agenda perjuangan masih terus berjalan, salah satunya melalui persidangan di PTUN terkait perjuangan SK UMSK 2022–2027. Memasuki akhir September dan menuju Oktober, perjuangan mengenai upah 2027, khususnya UMSK, juga menjadi salah satu agenda penting yang akan dikawal oleh serikat pekerja.

Selain perjuangan mengenai upah, PUK juga menyampaikan pentingnya mengawal pembahasan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan. Pengurus menyebut adanya agenda di tingkat DPR RI yang perlu menjadi perhatian serikat pekerja dan anggota, sehingga konsolidasi serta kesiapan massa menjadi bagian penting dalam menghadapi agenda perjuangan tersebut.

Untuk aksi nasional, PUK masih menunggu instruksi dan komando dari pimpinan pusat maupun pimpinan konfederasi. Sementara untuk aksi daerah pada 1 Oktober, anggota diminta mempersiapkan waktu agar dapat mengikuti agenda tersebut sesuai arahan organisasi.

Rapat rutin tersebut menjadi momentum bagi PUK SPEE FSPMI PT PGLSMID untuk memperkuat komunikasi internal, menyampaikan perkembangan organisasi dan hubungan industrial, sekaligus memastikan kesiapan anggota dalam menghadapi berbagai agenda perjuangan ke depan.