Rapat Rutin Media Perjoeangan

Rapat Rutin Media Perjoeangan
Suasana Rapat rutin | Foto by Wiwik Aswanti

Jakarta, KPonline-Media Perdjoeangan (MP) kembali menggelar rapat rutin (Ratin) sebagai bagian dari upaya memperkuat peran media organisasi dalam mendukung perjuangan kaum buruh dan menjalankan fungsi Media Perdjoeangan sebagai salah satu pilar terdepan gerakan buruh FSPMI.

Rapat rutin kali ini berlangsung di Kantor DPP FSPMI, Dukuh, Jakarta. Selasa, (29/9). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus membahas berbagai program kerja Media Perdjoeangan ke depan agar semakin aktif dalam menyampaikan informasi mengenai berbagai kegiatan, agenda perjuangan, serta dinamika organisasi kepada anggota dan masyarakat luas.

Dalam rapat tersebut, Korlipnas Media Perdjoeangan, Agung Purwanto, memaparkan sejumlah program kerja yang akan menjadi fokus ke depan. Salah satunya adalah memaksimalkan pemberitaan, baik dalam bentuk dokumentasi kegiatan maupun produk jurnalistik lainnya.

Menurut Agung, penguatan Media Perdjoeangan tidak dapat dilepaskan dari peran para kontributor di tingkat PUK. Kontributor PUK diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam menghimpun informasi dan dokumentasi berbagai aktivitas organisasi di masing-masing wilayah.

Informasi yang dihimpun oleh kontributor PUK selanjutnya dapat diteruskan kepada Media Perdjoeangan di tingkat daerah untuk diolah dan disebarluaskan melalui kanal-kanal Media Perdjoeangan.

Dengan pola tersebut, arus informasi dari tingkat PUK hingga daerah diharapkan dapat berjalan lebih efektif, sehingga berbagai kegiatan dan perjuangan buruh dapat terdokumentasikan serta diberitakan secara lebih maksimal.

“Media Perdjoeangan harus terus diperkuat dengan memaksimalkan peran kontributor PUK. Dari PUK, informasi dapat diteruskan ke Media Perdjoeangan daerah, sehingga pemberitaan organisasi bisa berjalan dengan baik dan sebagaimana mestinya,” ujar Agung.

Penguatan jaringan kontributor juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem media organisasi yang lebih terstruktur. Dengan keterlibatan aktif dari setiap tingkatan organisasi, Media Perdjoeangan diharapkan mampu menghadirkan informasi yang aktual, berimbang dalam konteks organisasi, serta dekat dengan realitas perjuangan buruh di lapangan.

Foto by Wiwik Aswanti

“Kedepan, sinergi antara kontributor PUK, Media Perdjoeangan daerah, dan Media Perdjoeangan nasional akan terus diperkuat agar setiap momentum perjuangan dan aktivitas organisasi dapat terdokumentasikan dengan baik serta menjadi bagian dari catatan perjalanan perjuangan buruh,” pungkas Agung.