Purwakarta, KPonline-Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Purwakarta menggelar Rapat Rutin (Ratin) Evaluasi Training Pengupahan pada Jumat, 2 Oktober 2026, bertempat di Ruang Training Kantor KC FSPMI Purwakarta.
Rapat evaluasi tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris KC FSPMI Purwakarta, Ade Supyani. Dalam sambutannya, Ade Supyani menegaskan bahwa program training pengupahan yang telah dilaksanakan tidak berhenti sampai di sini.
“Training yang sudah kita laksanakan masih akan terus dilanjutkan untuk semua pengurus PUK di semua sektor. Ini dimaksudkan untuk pembekalan dan regenerasi pengurus agar pemahaman tentang pengupahan merata dan berkelanjutan,” ujar Ade Supyani.
Rapat yang berlangsung dinamis dan penuh kekeluargaan itu kemudian dilanjutkan dengan sesi masukan dan usulan dari peserta rapat.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Serikat Pekerja Elektronik Elektrik (SPEE) FSPMI Purwakarta, Gugat Trianto, mengusulkan terobosan baru bagi organisasi. Menurutnya, FSPMI harus dibekali dengan kegiatan atau training terkait kewirausahaan.
“FSPMI harus dibekali dengan kegiatan training wirausaha, agar anggota selain kuat di dalam pabrik, di luar juga kuat secara ekonomi dan siap ketika sudah menghadapi masa pensiun. Jangan sampai setelah purna tugas kita bingung,” usul Gugat yang disambut antusias peserta lain.
Usulan penguatan mental juga datang dari salah satu peserta rapat, Jujun. Ia menyampaikan pentingnya kegiatan spiritual untuk mengimbangi pergerakan organisasi.
“Pentingnya kegiatan spiritual untuk mengimbangi pergerakan kita. Walaupun secara pribadi adalah urusan dengan Tuhan masing-masing, tidak ada salahnya kita saling mengingatkan dan menguatkan secara rohani,” ungkap Jujun.
Menanggapi semua masukan tersebut, Sekretaris KC FSPMI Purwakarta menyatakan menerima dan akan menindaklanjuti seluruh usulan.
“Semua usulan diterima. Usulan Gugat soal wirausaha dan usulan Jujun soal spiritual sangat bagus untuk keseimbangan perjuangan kita. Kuat secara ideologi, kuat secara ekonomi, dan kuat secara mental,” tegas Ade Supyani.
Selanjutnya, rapat dilanjutkan dengan agenda inti yaitu pemaparan materi pengupahan oleh Elvan selaku Dewan Pengupahan perwakilan dari FSPMI. Elvan memaparkan strategi pengawalan UMK/UMP dan UMSK 2027 serta isu-isu pengupahan terkini yang menjadi tuntutan dalam Aksi Akbar FSPMI Jawa Barat di DPRD Jabar.
Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mengawal isu upah dan memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat PUK.