PUK SPLP FSPMI PT Veronique Indonesia Banjarnegara Perkuat Kapasitas Kader Lewat Organising Training

PUK SPLP FSPMI PT Veronique Indonesia Banjarnegara Perkuat Kapasitas Kader Lewat Organising Training

Semarang, KPonline — Upaya memperluas dan memperkuat organisasi hingga ke daerah terus dilakukan oleh kader-kader FSPMI. Salah satunya ditunjukkan oleh PUK SPLP FSPMI PT Veronique Indonesia yang mengirimkan dua pengurusnya, Nur Cahyo Setiadi dan Trianto, untuk mengikuti Organising Training DPP FSPMI di Kota Semarang pada 26–27 September 2026.

Keikutsertaan keduanya menjadi bagian dari komitmen PUK untuk meningkatkan kapasitas pengurus dalam menjalankan kerja-kerja organising sekaligus mencari pendekatan baru untuk mengembangkan keanggotaan FSPMI, khususnya di Kabupaten Banjarnegara.

Bagi Nur Cahyo Setiadi, kondisi keanggotaan FSPMI yang masih terbatas di Banjarnegara justru menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan organisasi.

“Di Banjarnegara FSPMI masih sangat sedikit. Sebetulnya ini adalah peluang bagus karena walaupun kondisinya demikian, kami masih dipercaya duduk di Dewan Pengupahan Kabupaten Banjarnegara,” ungkap Nur Cahyo.

Keberadaan perwakilan FSPMI dalam Dewan Pengupahan Kabupaten Banjarnegara menjadi salah satu ruang bagi organisasi untuk mengambil bagian dalam pembahasan berbagai persoalan ketenagakerjaan, khususnya terkait pengupahan.

Namun, keterlibatan tersebut juga perlu diiringi dengan penguatan basis organisasi. Semakin banyak pekerja yang terlibat dalam serikat, semakin terbuka ruang bagi organisasi untuk membangun partisipasi dan memperkuat perjuangan pekerja.

Kesadaran akan pentingnya memperkuat basis tersebut menjadi salah satu alasan Nur Cahyo dan Trianto mengikuti Organising Training DPP FSPMI.

Bagi Trianto, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan sekaligus strategi baru yang bisa diterapkan secara langsung untuk mengembangkan organisasi di Banjarnegara.

“Itulah mengapa kami mengikuti pelatihan ini, dengan harapan kami mendapatkan ilmu baru yang bisa kami terapkan di Banjarnegara dalam menambah keanggotaan kami yang masih perlu ditingkatkan,” ujar Trianto.

Menurutnya, pengembangan keanggotaan membutuhkan pendekatan yang tepat dan dilakukan secara berkelanjutan. Pengurus perlu memahami kondisi pekerja, membangun komunikasi, serta menciptakan kepercayaan agar pekerja melihat serikat pekerja sebagai wadah perjuangan bersama.

Karena itu, Organising Training tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para pengurus dari berbagai daerah untuk saling belajar dari pengalaman, tantangan, dan praktik organising di basis masing-masing.

Bagi PUK SPLP FSPMI PT Veronique Indonesia, hasil pelatihan diharapkan dapat menjadi bekal untuk memperkuat organisasi di Banjarnegara. Tantangan berupa jumlah anggota yang masih terbatas perlu dijawab melalui kerja organising yang terencana, konsisten, dan berkelanjutan.

Keikutsertaan Nur Cahyo Setiadi dan Trianto juga menunjukkan bahwa penguatan organisasi membutuhkan investasi pada kapasitas kader. Pengetahuan yang diperoleh di ruang pelatihan harus diterjemahkan menjadi kerja nyata di basis, mulai dari membangun komunikasi dengan pekerja, memperluas jaringan, hingga mendorong lahirnya kader-kader baru.

Dengan FSPMI telah mendapatkan ruang untuk berpartisipasi dalam Dewan Pengupahan Kabupaten Banjarnegara, penguatan basis menjadi semakin penting. Sebab, keberadaan organisasi tidak hanya ditentukan oleh keterwakilan di ruang-ruang kelembagaan, tetapi juga oleh seberapa kuat organisasi membangun keterlibatan pekerja di tingkat basis.

Dari Semarang, ilmu organising dibawa pulang ke Banjarnegara. Harapannya, semakin banyak pekerja yang mengenal serikat, bergabung, dan mengambil bagian dalam perjuangan bersama. (Panji)