PUK SPAMK FSPMI PT. Namicoh Perkuat Perlindungan Anggota, Bentuk Tim Safety Riding Dan Jaminan Kesehatan

PUK SPAMK FSPMI PT. Namicoh Perkuat Perlindungan Anggota, Bentuk Tim Safety Riding Dan Jaminan Kesehatan

Bekasi,KPonline – Bidang Hubungan Industrial (HI) PUK SPAMK FSPMI PT Namicoh menggelar rapat koordinasi bersama jajaran seksi bidang (Sekbid) untuk membahas pelaksanaan program kerja terkait keselamatan berkendara (safety riding) dan jaminan kesehatan bagi anggota. Kegiatan tersebut berlangsung di Conference Room Plant 4 PT Namicoh, Rabu (28/10/2026).

Rapat ini dihadiri Ketua PUK SPAMK FSPMI PT Namicoh sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Surohman, S.H., M.Kom., beserta jajaran pengurus. Turut hadir Sugiarto bersama jajaran PUK MSK Engineering yang dikenal sebagai saudara seperjuangan dalam federasi.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi dalam menjalankan program kerja yang tidak hanya berfokus pada perjuangan kesejahteraan ekonomi pekerja, tetapi juga memberikan perhatian terhadap keselamatan berkendara dan akses pelayanan kesehatan.

Pembahasan diawali oleh AA. Abdul Jamil, S.H., dan Anton Sambodo, S.H., yang menyampaikan rencana pembentukan Tim Safety Riding. Tim tersebut dibentuk dari unsur jajaran pengurus PUK dan Seksi Bidang (Sekbid), sekaligus bertugas sebagai petugas lapangan dalam menjalankan program keselamatan berkendara.

Pembentukan tim ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran pekerja dalam menerapkan budaya berkendara yang aman, baik ketika berangkat menuju tempat kerja maupun saat kembali ke rumah.

Dalam pelaksanaannya, tim diharapkan dapat berperan aktif memberikan edukasi, mengingatkan anggota mengenai pentingnya tertib berlalu lintas, serta memastikan kelengkapan berkendara sesuai ketentuan yang berlaku.

Sudarman, S.Pd., dalam penyampaiannya menekankan pentingnya setiap pekerja menjaga keselamatan saat berkendara. Menurutnya, penggunaan perlengkapan keselamatan, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, serta kesiapan kendaraan merupakan hal yang tidak boleh diabaikan.

Keselamatan, lanjutnya, harus menjadi kebiasaan dan tanggung jawab setiap individu, bukan sekadar kewajiban ketika berada di jalan raya.

Pasalnya, pekerja yang berangkat dalam kondisi aman diharapkan dapat kembali ke rumah dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga. Karena itu, membangun kesadaran keselamatan berkendara perlu dilakukan secara konsisten melalui edukasi, keteladanan, dan keterlibatan seluruh anggota.

Selain safety riding, rapat juga membahas jaminan kesehatan, khususnya mengenai pemahaman terhadap aturan, prosedur pelayanan, serta sosialisasi berbagai platform kesehatan yang tersedia bagi pekerja PT Namicoh.

Pembahasan ini diarahkan agar anggota semakin memahami hak dan mekanisme pelayanan kesehatan yang dapat diakses, termasuk prosedur yang perlu ditempuh ketika menghadapi kendala administrasi maupun pelayanan.

Bagi organisasi pekerja, pemahaman mengenai jaminan kesehatan merupakan bagian penting dari perlindungan anggota. Sebab, kesejahteraan tidak hanya diukur dari besaran upah dan tunjangan yang diterima, tetapi juga dari kepastian akses terhadap pelayanan kesehatan ketika pekerja dan keluarganya membutuhkan.

Dalam pembahasan tersebut, Bidang Hubungan Industrial mengamanahkan Andi Sudrajat, S.H., sebagai Ketua Jaminan Kesehatan (Jamkes) di PT Namicoh.

Penunjukan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara organisasi dan anggota, sekaligus menjadi pusat pengaduan atau kanal komunikasi bagi pekerja yang menghadapi persoalan terkait jaminan kesehatan.

Dengan adanya penanggung jawab yang jelas, setiap kendala yang disampaikan anggota diharapkan dapat ditindaklanjuti secara terarah, dikomunikasikan kepada pihak terkait, dan dicarikan penyelesaiannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam pernyataan penutupnya, Surohman menegaskan bahwa perjuangan serikat pekerja tidak semata-mata berbicara mengenai aspek materi, seperti upah, Tunjangan Akhir Tahun (bonus), dan Tunjangan Hari Raya (THR). Ada aspek mendasar lainnya yang juga harus menjadi perhatian bersama, yakni keselamatan kerja dan berkendara serta perlindungan jaminan kesehatan.

“Perjuangan kita bukan hanya soal upah, bonus, atau THR. Semua itu memang penting dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja. Namun, ada hal yang nilainya tidak bisa diukur hanya dengan materi, yaitu keselamatan dan kesehatan. Untuk apa kita memperjuangkan kesejahteraan jika keselamatan diri sendiri justru diabaikan?” tegas Surohman.

Ia juga menekankan bahwa pekerja merupakan aset penting bagi keluarga maupun perusahaan. Oleh karena itu, menjaga keselamatan dan kesehatan harus menjadi bagian dari kesadaran kolektif yang dibangun melalui peran aktif organisasi dan kedisiplinan setiap individu.

“Jangan sampai kita begitu bersemangat memperjuangkan hak-hak ekonomi, tetapi lupa menjaga diri sendiri. Pastikan kendaraan layak digunakan, lengkapi perlengkapan keselamatan, patuhi aturan lalu lintas, dan pahami hak kita atas jaminan kesehatan. Kita ingin setiap anggota berangkat bekerja dengan selamat, bekerja dengan tenang, dan pulang ke rumah dalam keadaan sehat,” tambahnya.

Menurutnya, serikat pekerja harus hadir bukan hanya ketika memperjuangkan peningkatan kesejahteraan, melainkan juga ketika anggota membutuhkan pendampingan, informasi, dan solusi atas persoalan yang berkaitan dengan keselamatan maupun pelayanan kesehatan.

Melalui rapat koordinasi ini, Bidang Hubungan Industrial PUK SPAMK FSPMI PT Namicoh berharap program Safety Riding dan penguatan layanan jaminan kesehatan dapat berjalan secara berkesinambungan, bukan sekadar menjadi agenda organisasi di atas kertas.

Sinergi antara pengurus, seksi bidang, petugas lapangan, serta seluruh anggota menjadi kunci agar program tersebut memberikan manfaat nyata. Evaluasi dan komunikasi yang berkelanjutan juga diperlukan untuk memastikan setiap kendala dapat diidentifikasi dan ditangani secara tepat.

Rapat ini sekaligus menegaskan bahwa perjuangan serikat pekerja memiliki cakupan yang luas: memperjuangkan hak dan kesejahteraan, membangun budaya keselamatan, serta memastikan anggota memperoleh informasi dan pendampingan terkait jaminan kesehatan.

Sebab, keberhasilan perjuangan bukan hanya tentang seberapa besar kesejahteraan yang berhasil diraih, tetapi juga tentang seberapa baik keselamatan, kesehatan, dan masa depan setiap anggota dapat dijaga.