MUSNIK PUK SPLP Astra Daido Steel Indonesia,Perundingan  PKB jadi  Fokus Utama.

MUSNIK PUK SPLP Astra Daido Steel Indonesia,Perundingan  PKB jadi  Fokus Utama.

Bekasi, KPOnline – Musyawarah Unit Kerja (Musnik) PUK SPLP FSPMI PT. Astra Daido Steel Indonesia (Adasi) dilaksanakan pada Rabu, 28 Oktober 2026, bertempat di Hotel The Quest Prime. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi organisasi serikat pekerja untuk memperkuat konsolidasi, mengevaluasi perjuangan organisasi, serta merumuskan langkah strategis dalam memperjuangkan kesejahteraan anggota.

Musnik tersebut dihadiri oleh Ketua PC SPLP Bekasi, Sarino, S.H., M.H., dan beberapa pengurus PC, perwakilan manajemen Astra Daido Steel Indonesia, yakni Cahyo Rahasto dan Andi Totok, pengurus dan perwakilan anggota PUK SPLP FSPMI PT Adasi

Dalam sambutannya, Ketua PUK  Adasi  Mamik Abidin, menyampaikan bahwa kondisi ketenagakerjaan saat ini sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, penyelesaian perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang hingga saat ini belum mencapai kesepakatan menjadi salah satu fokus utama organisasi.

Menurutnya, PKB memiliki peran strategis dalam memberikan kepastian terhadap hak dan kewajiban pekerja maupun pengusaha. Selain itu, PKB menjadi instrumen penting untuk membangun hubungan industrial yang harmonis, adil, dan berkeadilan.

Penyelesaian perundingan PKB diharapkan tidak hanya menjadi agenda formal antara serikat pekerja dan manajemen, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk menjawab berbagai persoalan ketenagakerjaan serta meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Sinergi Serikat Pekerja dan Manajemen untuk Kesejahteraan Bersama

Sementara itu, perwakilan manajemen PT Astra Daido Steel Indonesia, Cahyo Rahasto dan Andi Totok, menyampaikan harapan agar serikat pekerja dan pengusaha dapat terus bersinergi demi mewujudkan kesejahteraan bersama.

Sinergi antara kedua belah pihak dinilai penting untuk membangun komunikasi yang baik, menjaga hubungan industrial yang kondusif, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keberlangsungan perusahaan dan kesejahteraan pekerja.

Namun, sinergi tersebut juga perlu diwujudkan melalui langkah konkret, salah satunya dengan mendorong penyelesaian perundingan PKB secara konstruktif dan mengedepankan kepentingan bersama tanpa mengabaikan hak-hak pekerja.

Bagi serikat pekerja, kesejahteraan anggota tetap menjadi tujuan utama perjuangan organisasi. Karena itu, komunikasi dan perundingan yang terbuka antara serikat pekerja dan manajemen diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh pekerja.

Pelaksanaan Musnik PUK Adasi diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan peran pengurus, serta menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan.

Dengan dukungan seluruh anggota dan komunikasi yang baik dengan manajemen, organisasi serikat pekerja diharapkan mampu menjalankan fungsinya secara optimal dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

Penyelesaian perundingan PKB pun menjadi pekerjaan penting yang perlu mendapat perhatian bersama. Sebab, hubungan industrial yang baik bukan hanya ditentukan oleh terciptanya suasana kerja yang kondusif, melainkan juga oleh adanya kepastian hak, perlindungan pekerja, dan peningkatan kesejahteraan yang dirasakan secara nyata.

Musnik ini menjadi pengingat bahwa perjuangan serikat pekerja harus terus berjalan melalui penguatan organisasi, dialog yang konstruktif, dan komitmen untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja.