PUK SPAMK FSPMI PT. Namicoh Gelar Konsolidasi, Seluruh Anggota Diminta Solid dan Turun Mengawal Perundingan PKB

PUK SPAMK FSPMI PT. Namicoh Gelar Konsolidasi, Seluruh Anggota Diminta Solid dan Turun Mengawal Perundingan PKB

Bekasi, KPonline – PUK SPAMK FSPMI PT Namicoh menggelar konsolidasi pengawalan perundingan Bipartit Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2026–2028 pada Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 18.00 WIB, bertempat di Plant 4, Kawasan EJIP, Cikarang Selatan.

Konsolidasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat barisan anggota sekaligus membangun kesamaan sikap untuk mengawal proses perundingan antara manajemen dan tim perunding serikat pekerja.

Dalam agenda tersebut, perwakilan manajemen, Roby Ilman Arif, menyampaikan harapannya agar proses perundingan PKB dapat diselesaikan pada bulan Oktober ini.

Ia berharap penyusunan PKB dapat menyatukan berbagai ketentuan yang selama ini berlaku di masing-masing divisi menjadi satu aturan yang berlaku di PT Namicoh.

Dengan demikian, perusahaan diharapkan memiliki keseragaman aturan dan kepastian ketentuan bagi seluruh pekerja. Harapan tersebut menjadi salah satu hal penting yang perlu dikawal bersama agar proses perundingan dapat berjalan efektif dan menghasilkan kesepakatan yang jelas bagi kedua belah pihak.

Semangat perjuangan juga disampaikan Sugiarto, Ketua PUK MSK, yang menyebut PUK MSK sebagai saudara seperjuangan PUK Namicoh. Ia menegaskan bahwa semangat mengawal PKB harus lebih tinggi daripada semangat memperjuangkan upah dan bonus.

Menurutnya, PKB bukan sekadar dokumen perjanjian, melainkan landasan penting yang mengatur hak, kewajiban, serta kepastian hubungan kerja bagi pekerja. Karena itu, perjuangan PKB membutuhkan keseriusan, keterlibatan, dan dukungan penuh seluruh anggota, bukan hanya ketika ada pembahasan kenaikan upah atau pembagian bonus.

Ketua dan Sekretaris Tim Perunding PKB, Andi Suhaendi, S.H. dan Dedi Riyadi, S.H., turut menjadi bagian penting dalam mengawal jalannya perundingan. Keduanya mengemban tanggung jawab untuk memperjuangkan aspirasi anggota melalui proses perundingan dengan manajemen.

Namun, keberhasilan perjuangan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada tim perunding. Dukungan nyata dari seluruh anggota menjadi kekuatan penting agar setiap aspirasi pekerja dapat diperjuangkan secara maksimal.

Di bawah instruksi bidang organisasi yang dikomandoi Amin Mustofa dan Andi Sudrajat, S.H., seluruh anggota diharapkan menjaga kesamaan sikap, memperkuat koordinasi, dan tetap berada dalam satu barisan.

Konsolidasi ini menjadi pengingat bahwa perjuangan organisasi membutuhkan kedisiplinan, kepatuhan terhadap keputusan organisasi, serta komitmen bersama untuk menghadapi setiap tahapan perundingan.

Amin Mustofa selaku Bidang Organisasi menegaskan pentingnya menjaga soliditas dan solidaritas di tengah proses perundingan. Soliditas berarti seluruh anggota tetap kokoh dalam satu barisan, tidak mudah terpecah oleh perbedaan pandangan, dan mampu menjaga kekompakan ketika menghadapi berbagai tantangan. Organisasi yang solid akan memiliki kekuatan lebih besar dalam menyampaikan aspirasi dan mempertahankan kepentingan pekerja di meja perundingan.

Selain soliditas, solidaritas juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Seluruh anggota diharapkan tidak membiarkan tim perunding berjuang sendirian. Kehadiran dalam konsolidasi, kesediaan mengikuti perkembangan perundingan, serta dukungan terhadap langkah organisasi merupakan bentuk tanggung jawab bersama. Perjuangan PKB bukan milik segelintir pengurus, melainkan perjuangan seluruh anggota yang menyangkut masa depan pekerja dan keluarganya.

Penegasan lainnya disampaikan Surohman, S.H., M.Kom. Ia mengingatkan bahwa anggota tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembaruan PKB, tetapi harus mengambil peran sebagai pelaku sejarah yang ikut menentukan arah perubahan.

Menurutnya, momentum perundingan PKB merupakan kesempatan penting bagi pekerja untuk memperjuangkan aturan kerja yang lebih baik, adil, dan memberikan kepastian bagi seluruh anggota.

Surohman juga menekankan bahwa PKB harus diperjuangkan agar mampu memberikan perlindungan dan pengaturan yang lebih baik bagi pekerja. Dalam konteks tersebut, ia menyampaikan pesan agar PKB yang disepakati memiliki kedudukan dan kekuatan pengaturan yang lebih baik daripada sekadar mengikuti ketentuan normatif undang-undang.

Tentu, setiap isi PKB harus tetap disusun sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak boleh mengurangi hak minimum pekerja. Semangatnya adalah menghadirkan kesepakatan yang memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan dan perlindungan anggota.

Dalam pesannya kepada seluruh anggota, Surohman juga mengingatkan agar perjuangan organisasi tidak dicemari oleh persoalan yang dapat merusak kehidupan pribadi maupun kekuatan kolektif pekerja, seperti pinjaman online yang bermasalah (pinjol), judi online (judol), dan narkoba. Menjaga diri dari ketiga hal tersebut merupakan bagian dari menjaga kehormatan, kedisiplinan, dan masa depan keluarga. Perjuangan yang kuat membutuhkan anggota yang mampu menjaga integritas, bertanggung jawab, serta fokus terhadap tujuan bersama.

Konsolidasi ini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa perjuangan PKB periode 2026–2028 bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ada kepentingan besar yang harus diperjuangkan, mulai dari kepastian aturan kerja hingga peningkatan kesejahteraan pekerja. Karena itu, seluruh anggota perlu mengambil bagian, menjaga komunikasi, dan tidak mudah goyah ketika menghadapi tantangan selama proses perundingan.

Seluruh anggota PUK SPAMK FSPMI PT Namicoh diharapkan hadir dan mengikuti setiap agenda pengawalan dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Jangan hanya mengandalkan tim perunding untuk bekerja di meja perundingan, sementara anggota lainnya hanya menunggu hasil. Kekuatan perjuangan akan semakin nyata ketika tim perunding dan seluruh anggota berjalan beriringan, saling mendukung, serta menjaga komitmen terhadap keputusan organisasi.

Solid dalam barisan, kuat dalam solidaritas, dan satu komando mengawal PKB 2026–2028. Jangan hanya menjadi penonton, jadilah bagian dari sejarah perubahan demi masa depan pekerja PT Namicoh yang lebih baik. (Heri)